Drainase Ditutup Pengembang, Jalan Diponegoro Sei Temiang Batam Langganan Banjir Setinggi Lutut

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:56:02 WIB
Genangan air setinggi lutut melanda Jalan Diponegoro Sei Temiang setiap hujan deras.

BATAM — Warga Batuaji kembali mengeluhkan banjir yang rutin melumpuhkan akses Jalan Diponegoro, Sei Temiang, setiap hujan deras mengguyur Kota Batam. Titik terparah berada tepat di depan Pemakaman Kristen Sei Temiang, sekitar 100 meter dari SPBU Sei Temiang.

Amelia, seorang warga Batu Aji, mengatakan genangan air yang ia temui sehari sebelumnya mencapai setinggi lutut orang dewasa. "Kira-kira 70 sentimeter," katanya, Jumat (15/5/2026). Kondisi itu memaksa pengendara melintas bergantian di satu jalur yang masih bisa dilewati, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Lereng Bukit yang Berfungsi sebagai Aliran Alami Kini Ditimbun

Sebelum aktivitas pemotongan bukit dilakukan, lereng di area tersebut berfungsi sebagai jalur alami aliran air dari kawasan pemakaman menuju drainase utama. Kini, jalur itu telah ditimbun oleh pengembang. Sebagai gantinya, hanya dipasang gorong-gorong berdiameter sekitar 30 sentimeter yang dinilai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Pemkot Batam Turun Tangan, Bongkar Saluran Darurat

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Metra Dinata, membenarkan temuan di lapangan setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung. "Hasil pengecekan kami menunjukkan bahwa saluran drainase ditutup sepenuhnya oleh pengembang yang sedang melakukan pemotongan bukit," ujarnya.

Sebagai langkah darurat, DBMSDA telah membongkar saluran yang tertutup dan membuat jalur aliran air sementara untuk mengurangi genangan. Namun, Metra menegaskan bahwa solusi permanen tetap menjadi tanggung jawab pihak pengembang. "Ke depan, kami minta pengembang membuka kembali saluran secara optimal agar banjir tidak terulang," katanya.

Jalan Diponegoro Berada di Cekungan, Risiko Banjir Kian Tinggi

Metra menjelaskan, posisi Jalan Diponegoro yang berada di area cekungan membuat kawasan itu sangat rentan terendam apabila sistem drainase tidak berfungsi dengan baik. "Sudah kami ingatkan agar pengembang tidak menutup saluran, apalagi hanya menggantinya dengan gorong-gorong kecil yang tidak memadai," tegasnya.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, genangan air dikhawatirkan tidak hanya merendam badan jalan, tetapi juga berpotensi meluas hingga area pemakaman Kristen di sekitar lokasi. Warga berharap Pemkot Batam dapat memastikan pengembang memenuhi kewajibannya sebelum musim hujan puncak tiba.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: ulasan.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top