UEFA Belum Bertindak, Klub Palsu Asal Ukraina Makin Kokoh di Liga Rusia

Penulis: Fadhli Usman  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 05:08:01 WIB
Klub-klub palsu Ukraina kini aktif berlaga di Liga Nasional Rusia sejak Maret 2025.

KEPULAUAN RIAU — Laporan terbaru dari The Guardian mengungkap fakta mengejutkan: versi imitasi Shakhtar Donetsk dan Zorya Luhansk sudah bertanding di Football National League 2B, kasta keempat Liga Rusia, sejak Maret 2025. Keduanya bergabung dengan Rubin Yalta dan FC Sevastopol—klub asal Krimea yang sudah lebih dulu dianeksasi—di grup 1 divisi regional tersebut. Artinya, seperempat tim di grup itu mengklaim mewakili wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.

Yang lebih memprihatinkan, klub palsu Shakhtar justru memimpin klasemen sementara dengan tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan. Jika terus begini, mereka berpeluang promosi ke kasta ketiga musim depan.

Surat Protes UAF Tak Dijawab UEFA

Pada Oktober 2024, UAF mengirim surat resmi ke Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis. Surat itu meminta UEFA menyelidiki status klub-klub tersebut dan memberikan penjelasan hukum soal partisipasi mereka di kompetisi Rusia.

“Partisipasi klub yang terdaftar di wilayah Ukraina yang diduduki sementara dalam kompetisi yang diselenggarakan asosiasi negara lain tanpa izin UAF adalah pelanggaran langsung terhadap yurisdiksi teritorial UAF,” tulis surat tersebut. UAF juga memperingatkan adanya “upaya politik terkoordinasi untuk melegitimasi pendudukan dan menghapus identitas sepak bola Ukraina.”

Hingga berita ini ditulis, UEFA belum memberikan tanggapan apapun. Saat dihubungi, UEFA menolak berkomentar.

Klub Palsu dengan Alamat Fiktif dan Sejarah Curian

Klub tiruan Shakhtar Donetsk bermarkas di Taganrog, Rusia, tapi mencantumkan alamat di Donetsk sebagai kantor pusat mereka. Situs resminya bahkan memakai sejarah Shakhtar Donetsk asli—yang baru saja meraih gelar juara Liga Ukraina ke-16 dan bakal tampil di Liga Champions—seolah-olah milik mereka.

Sementara itu, “Zarya Luhansk” bermain di Kamensk-Shakhtinsky, Rusia, tapi menggelar sesi latihan di Luhansk dan wilayah pendudukan Ukraina lainnya. Kedua klub ini mendapat lisensi dan langsung ditempatkan di Liga 2B musim ini tanpa melalui jalur promosi yang wajar.

Klaim Amatir yang Diragukan

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Rusia (RFU) berdalih bahwa Liga 2B bersifat amatir dan tidak di bawah naungan mereka. Namun, investigasi terhadap sejumlah klub di liga tersebut meragukan klaim itu. Situs klub palsu Shakhtar bahkan secara gamblang menyebut liga itu sebagai “profesional”.

Presiden klub tiruan Shakhtar, Igor Petrov, dalam sebuah wawancara di situs resmi klub menyatakan ambisinya untuk segera promosi ke “elit sepak bola Rusia”. Tim nasional Rusia dan klub-klubnya memang masih dilarang dari turnamen internasional, tapi RFU tetap menjadi anggota penuh UEFA dan FIFA. Situasi ini membuat klub-kluk palsu dari wilayah pendudukan Ukraina terus leluasa bercokol di sistem sepak bola Rusia tanpa ada tindakan tegas dari UEFA.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top