BATAM — Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat tren kunjungan wisman ke Batam terus menunjukkan peningkatan setiap tahun. Lonjakan ini tidak lepas dari berbagai upaya pemkot dan pemprov dalam menggenjot sektor pariwisata, termasuk melalui event olahraga (sport tourism) dan pertemuan bisnis (MICE).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kepri, Guntur Sakti, menyebut bahwa kombinasi antara wisata olahraga dan pertemuan bisnis menjadi faktor utama pendorong kenaikan kunjungan. "Event-event internasional seperti maraton dan turnamen olahraga air terbukti mampu menarik minat wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga China," ujarnya dalam sebuah forum diskusi pariwisata di Batam, pekan lalu.
Selain itu, sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition) juga berkontribusi besar. Banyak perusahaan multinasional memilih Batam sebagai lokasi pertemuan tahunan karena aksesnya yang dekat dengan Singapura dan infrastruktur pendukung yang terus diperbarui.
Pemprov Kepri menargetkan kunjungan 2 juta wisman pada tahun 2026, atau naik hampir dua kali lipat dari capaian saat ini. Target ini sejalan dengan program Visit Batam 2026 yang dicanangkan sejak tahun lalu. Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penambahan rute penerbangan langsung dari negara ASEAN hingga promosi paket wisata terpadu.
Dampak langsung dari lonjakan wisman ini dirasakan oleh pelaku UMKM di Batam. "Omzet kami naik 30 persen sejak tahun lalu, terutama dari wisatawan Singapura yang belanja oleh-oleh khas Batam," kata Sari, pemilik toko kerajinan di Nagoya, Batam. Meski demikian, ia berharap pemerintah juga memperhatikan kualitas sumber daya manusia agar pelayanan tetap prima.
Meski optimistis, pencapaian target 2 juta wisman bukan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur transportasi, khususnya konektivitas antar-pulau di Kepri. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan berjanji akan mempercepat pembangunan pelabuhan dan bandara di sejumlah titik strategis.
"Kami akan terus dorong agar akses ke Batam semakin mudah, termasuk dari negara-negara non-ASEAN," ujar Guntur. Ia menambahkan, promosi pariwisata juga akan diperluas ke pasar Eropa dan Timur Tengah mulai tahun depan.
Dengan tren positif saat ini, Batam diproyeksikan tidak hanya menjadi pintu masuk wisatawan ke Kepri, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Sumatera.