LINGGA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara resmi memfokuskan Kabupaten Lingga sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di daerah tersebut. Komitmen ini mengemuka dalam forum pembahasan pengembangan sektor pariwisata yang melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri wisata di Daik Lingga, Selasa (2/5/2026).
Wakil Bupati Lingga Novrizal menilai potensi wisata di daerahnya tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Ia menyebut Lingga memiliki kekayaan wisata religi, budaya, dan sejarah yang sudah terbukti mampu menarik minat wisatawan.
“Karena Lingga memiliki beragam wisata mulai dari wisata religi, budaya, dan sejarah,” kata Novrizal.
Menurutnya, warisan sejarah dan budaya Melayu yang besar di Lingga layak dikembangkan secara maksimal. Ia menegaskan daya tarik tersebut akan kuat apabila didukung promosi dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Tentunya daya tarik yang kuat jika didukung dengan promosi dan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan menyatakan bahwa pengembangan Lingga tidak berdiri sendiri. Menurutnya, Tanjungpinang dan Lingga akan menjadi pusat destinasi pariwisata yang saling terhubung karena memiliki keterkaitan sejarah dan budaya yang kuat.
Hasan menilai sinergi ini mampu memperkuat daya saing pariwisata Kepri secara keseluruhan. Sektor pariwisata, kata dia, menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.
“Karena dari sektor pariwisata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru,” kata Hasan.
Pemerintah Provinsi Kepri meminta Kabupaten Lingga menyusun langkah mitigasi dan perencanaan jangka panjang bagi destinasi unggulan. Perencanaan itu harus mencakup kelestarian lingkungan, perlindungan budaya, kesiapan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat setempat.
“Karena itu, kita diminta memperkuat komitmen dalam mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata yang dimiliki,” ujar Hasan.
Hasan menambahkan, pemetaan potensi dan tantangan di setiap destinasi menjadi langkah penting dalam menentukan prioritas pembangunan. Kebijakan yang tepat, menurutnya, akan membantu pemerintah mengantisipasi hambatan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan kebijakan yang tepat akan membantu pemerintah mengantisipasi hambatan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Destinasi unggulan yang ditetapkan harus dijaga keaslian, kebersihan, serta nilai budayanya agar tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam jangka panjang. Hasan menekankan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh dilakukan secara instan.
“Pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” tuturnya.