6 Oleh-Oleh Khas Kepulauan Riau yang Pasti Disukai, Lengkap dengan Harga dan Tempat Membeli

Penulis: Muzakir Salim  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 20:19:31 WIB
Kue Bangkit khas Kepri dengan rasa nanas segar tersedia di Tanjungpinang.

Pulang dari Kepulauan Riau rasanya belum afdal kalau tas koper cuma berisi baju basah kena hujan. Saya sendiri selama tiga tahun terakhir bolak-balik Batam—Tanjungpinang untuk riset kuliner, dan baru sadar kalau oleh-oleh di sini punya pangsa pasar sendiri yang jarang diekspos. Bukan cuma soal rasa, tapi juga daya tahan dan kemasan yang ramah dibawa ke pesawat atau kapal feri.

Enam item di bawah ini saya urutkan berdasarkan popularitas lokal dan kemudahan akses. Bukan rekomendasi abal-abal, tapi hasil ngobrol langsung dengan perajin di Pasar Bintan Center dan toko oleh-keh di pusat kota Tanjungpinang.

1. Kue Bangkit – Gurih Nanas yang Lumer di Mulut

Kue bangkit dari Kepri beda dengan versi Palembang atau Riau daratan. Teksturnya lebih ringan, nyaris seperti biskuit susu yang lumer begitu masuk mulut. Bahan dasarnya tepung sagu dan santan, tapi yang bikin khas adalah campuran sari nanas segar dari Bintan.

Harga per toples 250 gram Rp35.000–Rp45.000. Paling gampang ditemukan di Toko Makanan Khas Melayu Hj. Aminah, Jalan Merdeka, Tanjungpinang. Tips: pilih kemasan toples plastik, bukan kertas, karena kue bangkit rentan remuk.

2. Kerupuk Ikan Kering – Camilan Pendamping Nasi Goreng

Kerupuk ikan di sini bukan main-main. Saya pernah beli kerupuk amplang dari Batam, tapi yang asli Kepri biasanya pakai ikan tenggiri atau ikan parang segar, bukan ikan giling beku. Hasilnya lebih gurih dan tidak bau amis setelah digoreng.

Bandrol Rp25.000–Rp50.000 per kilogram. Di Batam, Pasar Proyek Batu Aji jadi tempat paling ramai. Kalau mau yang sudah siap santap, cari merek Cap Tiga Ikan di pusat oleh-oleh Mega Mall Batam Center. Tahan sampai tiga bulan di suhu ruang.

3. Sate Lilit Ikan – Oleh-Oleh Beku yang Praktis

Sate lilit khas Melayu Kepri beda dari versi Bali. Daging ikan tenggiri dicincang halus, dicampur kelapa parut muda dan bumbu kunyit, lalu dililitkan ke batang serai. Rasanya asam pedas segar karena ada tambahan daun ruku-ruku (kemangi hutan).

Versi beku banyak dijual di Tanjungpinang, terutama di sentra kuliner Jalan Bintan. Satu bungkus isi 10 tusuk Rp60.000–Rp80.000. Cara masak: panggang di teflon dengan api kecil, olesi sedikit minyak. Jangan direbus, nanti hancur.

4. Sirup Nanas Bintan – Minuman Segar Tanpa Pengawet

Nanas Bintan punya kadar gula lebih tinggi dibanding nanas biasa, makanya sirupnya tidak perlu tambahan gula berlebih. Saya pernah beli sirup produksi rumahan dari Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang, rasanya pekat dan tidak bikin enek.

Harga botol 600 ml Rp40.000–Rp55.000. Merek yang sudah punya izin PIRT adalah Nanas Bintan Asli dan Sirup Melayu Riau. Cocok untuk oleh-oleh kolega kantor karena botolnya tidak mudah pecah. Campur dengan air soda atau es batu, jadi minuman alternatif tanpa alkohol.

5. Ikan Asap Khas Lingga – Tahan Lama dan Kaya Rasa

Ikan asap dari Lingga punya keunikan: proses pengasapan pakai kayu bakau dan tempurung kelapa, bukan kayu karet. Hasilnya, daging ikan tetap lembap di dalam tapi kulitnya kering renyah. Ikan parang dan ikan sembilang yang paling sering dipakai.

Satu ekor ukuran sedang Rp25.000–Rp35.000. Pasar tradisional di Lingga memang paling autentik, tapi kalau tidak sempat ke sana, toko oleh-keh di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, stoknya selalu ada. Kirim pakai vacuum sealer, bisa tahan dua minggu tanpa kulkas.

6. Dodol Durian Kepri – Tekstur Kenyal, Aroma Kuat

Dodol durian dari Kepri punya tekstur lebih padat dibanding dodol durian Medan. Saya sempat coba dodol buatan warga Kampung Melayu di Batam, rasanya legit tapi tidak lengket di gigi. Kuncinya di pemilihan durian lokal yang dagingnya kering dan tebal.

Harga per kotak 200 gram Rp45.000–Rp65.000. Toko oleh-keh di Nagoya Hill, Batam, menjual merek Dodol Durian 99 dan Durian Mas. Kalau ragu soal kualitas, minta tester—penjual biasanya kasih potongan kecil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa oleh-oleh khas Kepulauan Riau yang paling tahan lama?
Ikan asap kering dan kerupuk ikan bisa bertahan 2–3 bulan tanpa kulkas asal disimpan di wadah kedap udara. Dodol durian juga tahan hingga satu bulan di suhu ruang.

Di mana tempat beli oleh-oleh khas Kepri yang terpercaya?
Pusat oleh-keh di Mega Mall Batam Center dan Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. Untuk produk rumahan, langsung ke sentra UMKM di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang.

Apakah oleh-oleh ini bisa dibawa ke pesawat?
Bisa. Kue bangkit, kerupuk, dan dodol masuk kabin tanpa masalah. Sirup nanas dan sate lilit beku sebaiknya dimasukkan ke bagasi tercatat, maksimal 2 liter per penumpang.

Berapa kisaran harga oleh-oleh khas Kepri per orang?
Untuk 5–6 bungkus campuran, siapkan Rp200.000–Rp350.000. Harga sudah termasuk kemasan kado sederhana.

Oleh-oleh apa yang cocok untuk rekan kerja non-Muslim?
Kerupuk ikan, sirup nanas, dan ikan asap tidak mengandung babi atau alkohol. Tapi pastikan dodol durian tidak pakai gelatin hewani—tanyakan ke penjual.

Enam oleh-oleh ini bukan sekadar barang bawaan, tapi juga cara mendukung perajin lokal yang masih mempertahankan resep turun-temurun. Kalau ada yang bilang oleh-keh Kepri itu-itu saja, tunjukkan daftar ini. Beli langsung di tempat produksi, biasanya dapat harga lebih murah dan bonus cerita soal proses pembuatannya. Selamat berburu.

Reporter: Muzakir Salim
Back to top