TANJUNGPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi membuka MTQ XII yang berlangsung pada 4–9 Juli 2026 dengan Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah. Ajang syiar Islam terbesar di provinsi ini mempertandingkan sembilan cabang, mulai dari Tilawah, Hifzil, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, yang tersebar di tujuh venue berbeda.
Wakil Gubernur Kepri sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi, Nyanyang Haris Pratamura, menyebut angka 370 peserta bukan sekadar catatan administrasi. “Di baliknya ada 370 anak negeri yang telah berbulan-bulan menghafal, melafalkan, dan menghayati setiap ayat suci,” ujarnya. Menurut Nyanyang, persiapan tujuh venue dan ribuan jam kerja panitia adalah bukti nyata kecintaan masyarakat Kepri terhadap Al-Qur’an.
Dalam pidato pembukaan, Gubernur Ansar Ahmad menekankan bahwa membangun daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik atau indikator ekonomi. “Yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, memiliki dedikasi, loyalitas, dan semangat yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an,” kata Ansar. Ia berharap tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri” menjadi semangat kolektif mewujudkan Kepri yang maju dan religius.
Perlombaan berlangsung pada 5–8 Juli 2026 di tujuh lokasi di Tanjungpinang. Cabang yang dipertandingkan meliputi Tilawah, Tartil, Qira’at, Hifzil, Tafsir, Khat (Kaligrafi), Fahmil, Syarhil, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Sebelumnya, rangkaian acara diawali dengan Malam Ta’aruf, Pawai Ta’aruf, serta pembukaan bazar UMKM.
Gubernur Ansar menyatakan para juara di tingkat provinsi akan dipersiapkan menjadi duta Kepri pada MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung 12 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah. “Insya Allah para peserta terbaik akan mewakili Kepulauan Riau. Kita berdoa semoga mereka mampu mengharumkan nama daerah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan Dewan Hakim untuk menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme dalam penilaian.