5 Agenda KJK-Polda Kepri: UKW Jurnalis hingga Jaminan Keamanan Investasi di Batam

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:16:31 WIB
Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) Ady Indra Pawennari bersalaman dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dalam silaturahmi di Mapolda Kepri, Batam, Senin (24/8/2026).

BATAMKomunitas Jurnalis Kepri (KJK) dan Polda Kepulauan Riau sepakat memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah, termasuk melalui peningkatan kompetensi wartawan dan jaminan keamanan investasi. Kerja sama ini mengemuka dalam pertemuan silaturahmi yang berlangsung di Mapolda Kepri, Batam, Senin (24/8/2026) pagi.

Rombongan KJK yang dipimpin Ketua Umum Ady Indra Pawennari diterima langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di ruang kerjanya. Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei dan Dirintelkam Kombes Pol Ferikson Tampubolon.

Diskusi yang berlangsung hangat itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari dinamika dunia jurnalistik di Kepri, bahaya pemberitaan hoaks, hingga peran media dalam membangun kepercayaan investor di provinsi berbatasan dengan Singapura dan Malaysia ini.

Uji Kompetensi Wartawan Digelar di Tanjungpinang

Salah satu agenda utama yang mengemuka adalah rencana KJK menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri pada 29-30 Agustus 2026 di Tanjungpinang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh anggota memiliki kapasitas yang memadai di tengah derasnya arus media digital.

Wakil Ketua Umum KJK, Richard Nainggolan, menilai transformasi media dari era cetak ke digital menuntut jurnalis memiliki sertifikasi yang jelas. “Itu sebabnya sertifikasi wartawan ini sangat diperlukan,” katanya dalam pertemuan tersebut.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik langkah ini. Menurutnya, pemberitaan yang aktual dan akurat justru membantu institusinya dalam menjalankan tugas pengamanan.

“Pemberitaan yang aktual tersebut sangat diperlukan. Dan itu juga mendukung kami dalam melaksanakan tugas kami,” ujar Asep.

Hoaks Jadi Ancaman Serius Stabilitas Daerah

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahaya laten dari pemberitaan hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman hingga konflik horizontal di masyarakat. Karena itu, pembekalan bagi jurnalis dinilai krusial agar setiap informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap dengan adanya uji kompetensi secara mandiri yang diselenggarakan KJK ini dapat berguna untuk jurnalis. Mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” tegasnya.

Selain soal kompetensi, KJK juga memperkenalkan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang telah dijalankan. Mulai dari penanaman mangrove, donor darah, bersih-bersih pantai, santunan anak yatim, hingga penyembelihan hewan kurban.

Keamanan Jadi Fondasi Utama Investasi di Kepri

Pembahasan kemudian melebar ke isu strategis perekonomian daerah. Kapolda menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama untuk menarik dan mempertahankan kepercayaan investor di Kepulauan Riau.

Asep mengungkapkan, kinerja institusinya saat ini masuk dalam lima besar Polda terbaik di Indonesia. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Polda Kepri pun mengusung tagline “Secure Kepri, Secure Your Investments” sebagai komitmen nyata. Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan diterjemahkan dalam langkah-langkah terstruktur agar pelaku usaha mendapat kepastian keamanan dalam menjalankan aktivitas ekonominya.

Menurut Kapolda, kondisi keamanan di Kepri saat ini relatif kondusif dan tidak lagi menjadi hambatan utama bagi investor. Kendati demikian, stabilitas tetap harus dijaga secara konsisten mengingat posisi Kepri sebagai pintu gerbang perdagangan internasional.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: gokepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top