Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengingatkan masyarakat Kepulauan Riau mewaspadai potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kepri. Peringatan itu disampaikan menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah pada pagi dan siang hari. BMKG juga meminta warga Karimun mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada dini hari.
BATAM — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini soal potensi asap karhutla yang bisa menyelimuti seluruh wilayah Kepulauan Riau. Dalam laporan prakiraan cuaca yang dikutip di Batam, BMKG menegaskan asap itu berpotensi mengganggu jarak pandang dan pernapasan warga.
"Waspada potensi asap Karhutla di seluruh wilayah Kep. Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan," imbau BMKG dalam laporan tersebut.
Peringatan ini menjadi atensi tersendiri bagi warga Kepri yang tinggal di kawasan pesisir dan perkotaan padat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat, 18 September 2026 secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang diperkirakan muncul pada pagi dan siang hari di beberapa wilayah.
Kondisi tersebut dipengaruhi adanya belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Natuna dan Anambas. Kedua fenomena itu menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat serta angin kencang pada dini hari di Kabupaten Karimun," tulis BMKG.
Laporan prakiraan cuaca per daerah di Kepulauan Riau berlaku mulai Jumat, 18 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 19 September 2026 pukul 07.00 WIB. Rincian wilayah yang dimaksud meliputi Batam, Karimun, Natuna, Anambas, Lingga, dan Tanjungpinang.
Warga di kawasan Natuna dan Anambas perlu memperhatikan potensi hujan yang tumbuh akibat konvergensi massa udara. Sementara di Karimun, hujan lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan datang pada dini hari.
BMKG meminta masyarakat memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi. Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker menjadi langkah sederhana untuk mengurangi paparan asap karhutla.
Pengguna transportasi laut dan udara juga diminta memperhatikan potensi penurunan jarak pandang. Kondisi ini bisa memengaruhi jadwal keberangkatan kapal maupun penerbangan di wilayah Kepri.
BMKG menyampaikan laporan prakiraan cuaca ini sebagai bagian dari layanan informasi publik harian. Warga diimbau segera melaporkan titik api atau kebakaran lahan ke instansi terkait agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.