Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam memasarkan produk 60 pelaku usaha mikro melalui D'KUMI Gallery di Terminal Feri Internasional Sekupang, Kepulauan Riau. Galeri yang mulai beroperasi 18 Agustus 2026 itu membidik wisatawan domestik dan mancanegara yang melintas di pelabuhan. Penjualan perdana selama 15 hari tercatat sekitar Rp4,6 juta.
BATAM — Kepala Diskum Kota Batam Salim menyatakan pihaknya menempatkan produk UMKM di titik keramaian pelabuhan sebagai strategi memperluas pasar. Menurut dia, wisatawan yang baru tiba atau akan berangkat menjadi sasaran utama galeri tersebut.
"Omzetnya bagus. Yang jualan produk ada 60 pelaku UKM yang kita bantu jualkan. Sasaran kita di pelabuhan itu wisatawan, baik dari luar maupun dalam negeri," kata Salim saat dihubungi di Batam, Jumat.
Produk yang tersedia di D'KUMI Gallery didominasi makanan kemasan, kerajinan tangan, dan fesyen. Salim menyebut kerupuk, keripik, pakaian, kain, serta aneka craft menjadi komoditas yang paling banyak dipajang.
"Beberapa produk yang dipasarkan antara lain makanan olahan seperti kerupuk atau keripik, lalu juga ada pakaian dan kain, serta kerajinan atau craft," ujar dia.
Seluruh produk yang masuk etalase telah melewati proses kurasi Diskum Batam. Pelaku usaha mikro yang belum bergabung masih bisa mengajukan produknya untuk dipasarkan di lokasi tersebut.
"Masih terbuka. Nanti bisa daftar ke Diskum Batam, kemudian kita lihat produknya," kata Salim.
Selama 15 hari pertama sejak peresmian, penjualan di D'KUMI Gallery mencapai sekitar Rp4,6 juta. Angka itu dihitung sejak galeri mulai beroperasi pada 18 Agustus 2026.
Rekapitulasi omzet September belum rampung. Diskum Batam memilih menunggu satu bulan penuh sebelum menghitung capaian penjualan.
"Untuk September belum kita rekap karena menunggu satu bulan. Nanti kita rekap setiap bulan," ujar Salim.
Pengelolaan stan di pelabuhan dilakukan petugas khusus yang direkrut Diskum Batam. Pelaku usaha tidak harus berjaga setiap hari, tetapi tetap mendapat pendampingan dari dinas.
"Ada petugas khusus untuk menjaga stan kami di pelabuhan," kata Salim.
Skema itu memungkinkan pelaku UMKM fokus pada produksi sambil tetap memiliki kanal penjualan di titik strategis. Diskum Batam berperan sebagai perantara antara produk warga dan calon pembeli yang melintas di terminal feri internasional.
Selain di Sekupang, Diskum Batam menyiapkan D'KUMI Gallery di dalam gedung DPRD Batam. Lokasi itu belum bisa dibuka karena menunggu pemasangan pintu rolling door untuk menjaga keamanan produk di luar jam operasional.
"Yang di gedung DPRD masih kita siapkan untuk dibuka karena menunggu pintu rolling door. Mungkin di bulan Oktober sudah selesai dan sudah bisa dibuka," kata Salim.
Salim menilai lokasi di gedung DPRD punya nilai strategis tersendiri. Kunjungan DPRD dari daerah lain, pegawai instansi vertikal, hingga masyarakat yang datang ke kantor wakil rakyat menjadi calon pembeli produk yang dipajang.
Dua titik pemasaran itu melengkapi upaya Pemkot Batam memperkenalkan produk unggulan daerah kepada khalayak yang lebih luas. Bagi pelaku usaha mikro, kehadiran galeri di ruang publik memberi kanal penjualan tanpa harus membuka toko sendiri.