Rektor UMRAH Ajak 876 Wisudawan Rebut Peluang Ekonomi Biru di Kepulauan Riau

Penulis: Ridwan Azhari  •  Minggu, 27 September 2026 | 20:01:02 WIB
Rektor UMRAH Prof Agung Dhamar Syakti menyampaikan arahan kepada wisudawan dalam Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-19 dan Wisuda Program Sarjana XXVII serta Pascasarjana IX di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Tanjungpinang.

Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof Agung Dhamar Syakti mengajak 876 wisudawan mengambil peluang dari perkembangan ekonomi biru yang menjadi pilar pembangunan nasional. Ajakan itu disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-19 dan Wisuda Program Sarjana XXVII serta Pascasarjana IX di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang. Agung menegaskan lulusan UMRAH harus menjadi pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja.

TANJUNGPINANG — Wisuda kali ini meluluskan 876 wisudawan dan wisudawati dari enam fakultas serta program pascasarjana di lingkungan UMRAH. Agung menyebut transformasi ekonomi nasional menempatkan ekonomi biru sebagai salah satu bidang penting pembangunan.

Potensi yang bisa digarap lulusan mencakup karbon biru dari ekosistem mangrove dan lamun, hilirisasi industri rumput laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, hingga investasi maritim hijau.

UMRAH Tegaskan Posisi sebagai Benteng Peradaban Maritim

Agung menempatkan ekonomi biru sebagai pilar utama program peradaban maritim. Menurutnya, UMRAH bukan lagi sekadar institusi pencetak sarjana.

"Ekonomi biru jadi pilar utama program peradaban maritim, UMRAH menegaskan posisinya bukan lagi sekadar institusi pencetak sarjana, melainkan benteng dan pembangun peradaban maritim yang inklusif, modern, serta berdaya saing global," kata Agung dalam sidang terbuka tersebut.

Blue Ocean Strategy Jadi Kerangka Cari Ruang Baru

Rektor mengingatkan dunia profesional menuntut kemampuan beradaptasi dan keberanian menciptakan peluang. Ia memakai pendekatan Blue Ocean Strategy atau strategi samudera biru sebagai kerangka bagi lulusan untuk melihat ruang-ruang baru dalam ekonomi biru.

Lulusan UMRAH didorong tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga menciptakan nilai dan membuka peluang baru melalui inovasi. Sejumlah bidang yang dimaksud antara lain inovasi logistik maritim terintegrasi, energi biru, ekowisata pesisir berbasis masyarakat, hingga teknologi pemantauan karbon biru.

"Jadilah pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja," ujarnya.

Kopi Gonggong hingga Aplikasi Carbon Offset Jadi Contoh Inovasi Kampus

Agung mencontohkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan kampus. Di antaranya produk kopi gonggong, kopi mangrove, serta aplikasi carbon offset.

Contoh-contoh itu menunjukkan ekonomi biru bisa diterjemahkan menjadi produk dan layanan konkret, bukan sekadar wacana akademik.

Gurindam XII Raja Ali Haji Jadi Kompas Moral Alumni

Rektor UMRAH turut mengingatkan pentingnya resiliensi ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perubahan global. Dalam kondisi itu, integritas dan nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam XII Raja Ali Haji diharapkan menjadi kompas moral bagi para alumni.

Nilai tersebut dinilainya relevan dalam menjalani kehidupan profesional maupun sosial.

"Selamat kepada seluruh wisudawan yang akan memasuki dunia profesional, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat dengan membawa identitas sebagai lulusan PTN berbasis kemaritiman di Kepri," demikian Rektor UMRAH.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top