ANAMBAS — Bantuan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyasar 2.544 murid baru yang tersebar di sepuluh kecamatan. Rinciannya, 993 siswa berasal dari jenjang PAUD dan TK, 842 siswa SD, dan 709 siswa SMP. Seluruh penerima merupakan murid yang baru pertama kali masuk sekolah pada tahun ajaran ini.
Penyaluran seragam dan perlengkapan sekolah gratis tersebut bukan program baru. Pemerintah daerah telah menjalankannya sejak tahun lalu dan kembali dilanjutkan pada 2026 dengan cakupan penerima yang tetap menyasar murid baru di setiap jenjang.
Bantuan yang disalurkan tidak terbatas pada pakaian seragam. Setiap siswa juga menerima sepatu, tas, dan kaos kaki sebagai perlengkapan penunjang kegiatan belajar.
Untuk pakaian, pemerintah daerah menyiapkan tiga jenis seragam sekaligus, yakni baju nasional, batik, dan pakaian kurung Melayu. Kombinasi ini disesuaikan dengan kebutuhan siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah masing-masing.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyatakan bahwa kebutuhan perlengkapan sekolah sering menjadi beban tersendiri bagi orang tua, terutama saat anak baru memasuki jenjang pendidikan.
"Orang tua tidak perlu lagi memikirkan beban itu. Pemerintah hadir untuk membantu kebutuhan anak-anak kita, khususnya saat mereka baru masuk sekolah," kata Aneng, Senin (28/9/2026).
Menurut Aneng, program seragam gratis merupakan bagian dari janji politiknya yang terus direalisasikan. Ia menyebut tahun ini sebagai tahun kedua program tersebut berjalan sejak pertama kali diluncurkan.
"Ini juga janji politik saya. Alhamdulillah, tahun ini adalah tahun kedua program ini berjalan," ujar Aneng.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut menutup kebutuhan dasar pelajar sehingga orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah anak.
Program seragam gratis 2026 belum menjangkau pelajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kedua jenjang itu berada di bawah naungan Kementerian Agama sehingga tidak masuk dalam cakupan program Pemkab Kepulauan Anambas tahun ini.
Pada tahun sebelumnya, pelajar di bawah naungan Kemenag sempat menerima bantuan seragam melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan Kufpec. Aneng menyatakan bantuan serupa tidak berlanjut pada 2026.
"Kalau tahun lalu, yang di bawah naungan Kemenag kita bantu juga, realisasikan melalui dana CSR perusahaan Kufpec. Tahun ini tidak," pungkasnya.