KEPULAUAN RIAU — BYD Atto 1 masih menjadi salah satu mobil listrik termurah di pasar Indonesia dengan harga OTR di kisaran Rp200 jutaan. Tiga varian tersedia, yakni Standard, Dynamic, dan Premium, yang dibedakan lewat kapasitas baterai dan jarak tempuh. Distribusi model ini tercatat lebih dari 5.500 unit pada Agustus 2026 berdasarkan data wholesales GAIKINDO.
BYD Atto 1 diposisikan sebagai kendaraan listrik untuk penggunaan perkotaan. Dimensinya ringkas, dan banderolnya berada di segmen Rp200 jutaan. Posisi itu membuat model ini masuk daftar pertimbangan konsumen yang ingin beralih dari mobil bensin ke kendaraan listrik.
Popularitas Atto 1 terlihat dari angka distribusi ke diler. Sepanjang Agustus 2026, model ini mencatat lebih dari 5.500 unit berdasarkan data wholesales GAIKINDO. Angka itu menempatkannya sebagai salah satu EV dengan volume penjualan terbesar di Indonesia saat ini.
Perbedaan utama ketiga varian Atto 1 terletak pada kapasitas baterai. Varian Standard dan Dynamic memakai baterai 30,08 kWh. Varian Premium mendapat baterai lebih besar, 38,88 kWh.
Kapasitas baterai itu berdampak langsung pada jarak tempuh. Berikut rinciannya berdasarkan klaim NEDC:
Selisih 80 km antara varian Premium dan dua varian lainnya cukup signifikan untuk pemakaian harian. Konsumen yang rutin menempuh jarak jauh dalam sehari perlu mempertimbangkan varian dengan baterai lebih besar.
Harga OTR bukan sekadar harga kendaraan yang ditetapkan produsen. Ada beberapa komponen lain yang ikut menentukan nominal akhir yang dibayarkan konsumen.
Komponen pertama adalah harga kendaraan itu sendiri sebagai nilai dasar unit. Berikutnya pajak kendaraan sesuai regulasi yang berlaku. Ada pula biaya administrasi untuk pengurusan STNK, BPKB, dan TNKB.
SWDKLLJ juga masuk dalam hitungan sebagai bagian dari biaya registrasi kendaraan. Terakhir, biaya distribusi yang besarnya bisa berbeda tergantung wilayah penjualan.
Karena komponen-komponen itu bervariasi antar daerah, harga OTR BYD Atto 1 di tiap kota tidak sama. Calon pembeli sebaiknya mengecek harga OTR sesuai kota tempat kendaraan akan didaftarkan, bukan hanya berpatokan pada harga dasar yang beredar.
Harga OTR yang dipublikasikan untuk satu kota belum tentu berlaku di kota lain. Pajak kendaraan dan biaya distribusi menjadi dua faktor yang paling sering membuat selisih.
Untuk mendapatkan angka pasti, konsumen bisa menghubungi diler resmi BYD di wilayah masing-masing. Minta rincian per komponen, mulai dari harga dasar unit hingga biaya registrasi. Dengan begitu, perbandingan antar varian jadi lebih akurat sebelum memutuskan pembelian.