BMKG Hang Nadim Batam Peringatkan Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Bintan dan Tanjungpinang Akhir Pekan Ini

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:17:01 WIB
Kabut asap menyelimuti wilayah Bintan dan Tanjungpinang pada Sabtu pagi.

BATAM — Laporan BMKG Hang Nadim Batam menyebut udara kabur akibat kabut asap masih menaungi sejumlah wilayah Tanjungpinang dan Bintan pada Sabtu pagi. Kondisi serupa diprakirakan bertahan hingga Minggu dini hari.

Selain kabut asap, BMKG memprakirakan cuaca di Provinsi Kepulauan Riau umumnya cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun pada periode Sabtu, 3 Oktober 2026 hingga Minggu, 4 Oktober 2026.

Pemicu Cuaca: Belokan Angin di Sekitar Kepri

Kondisi cuaca tersebut dipicu oleh adanya belokan angin atau shearline di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Pola angin ini menyebabkan penumpukan massa udara sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Suhu udara di Kepulauan Riau diprakirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius. Kecepatan angin berkisar 0 hingga 19 km/jam bertiup dari arah selatan dan barat daya.

Natuna Diminta Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG merilis peringatan dini bagi masyarakat Kabupaten Natuna. Warga diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada siang hari.

Peringatan ini menyasar aktivitas warga di luar ruangan, terutama di kawasan pesisir dan pelabuhan. Kecepatan angin yang meningkat berpotensi memengaruhi pelayaran nelayan dan transportasi laut antarpulau.

Dampak Kabut Asap bagi Warga Bintan dan Tanjungpinang

Kabut asap yang menaungi Bintan dan Tanjungpinang berdampak langsung pada jarak pandang pengendara. Warga dengan gangguan pernapasan, anak-anak, dan lansia diminta membatasi aktivitas luar ruangan saat kabut masih pekat.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi. Perubahan arah angin dan potensi hujan lokal dapat memengaruhi sebaran asap dari waktu ke waktu.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top