TANJUNGPINANG — Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricilla Ohei membenarkan mutasi tersebut. Menurut Nona, rotasi jabatan ini merupakan bagian dari langkah Polri mengoptimalkan kinerja organisasi.
Kebijakan itu juga berkaitan dengan tantangan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks. Mutasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier personel melalui Tour of Duty dan Tour of Area.
"Posisi Kapolda Kepri selanjutnya adalah Irjen Pol Suhendri," terang Nona kepada hariankepri.con, Sabtu (4/10/2026).
"Mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier personel Polri," ujar Nona.
Suhendri pernah memimpin Polres Tanjungpinang pada 2010. Sebelum menjabat Kapolres, ia bertugas sebagai Kasat Brimob Polda Kepri.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 dan memiliki latar belakang panjang di lingkungan Korps Brimob. Pada 2026, Suhendri menjabat sebagai Teknisi Jibom Utama Tingkat I Korbrimob Polri sebelum mendapat penugasan sebagai Kapolda Kepri.
Penugasan itu menandai kembalinya Suhendri ke daerah yang pernah ia pimpin di tingkat polres. Ia kini memegang komando seluruh jajaran Polda Kepri.
Irjen Pol Asep Safrudin meninggalkan posisi Kapolda Kepri untuk mengisi jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Posisi itu termasuk kursi strategis di lingkungan Markas Besar Polri.
Perpindahan Asep ke Kabareskrim bersamaan dengan masuknya Suhendri ke Polda Kepri. Keduanya tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Mutasi di tubuh Polri melalui mekanisme Tour of Duty dan Tour of Area bertujuan memperluas pengalaman personel di berbagai wilayah dan fungsi. Pola ini lazim dipakai menjelang pergantian pejabat di tingkat polda maupun markas besar.