Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam mengerahkan lebih dari 3.000 agen Perlindungan Sosial untuk mendampingi warga mendaftarkan diri dalam program bansos. Pendataan baru mencakup sekitar 110 ribu dari 508 ribu kartu keluarga di Batam atau sekitar 22 persen. Pemerintah memperpanjang masa percontohan Perlinsos hingga Desember 2026.
BATAM — Kepala Dinsos PM Batam Zulkifli Aman menyatakan ribuan agen Perlinsos tersebar di seluruh kecamatan untuk membantu tetangga mendaftar melalui aplikasi. Program percontohan Perlinsos di Batam dimulai Juli dan semula dijadwalkan berakhir Agustus, tetapi kini diperpanjang hingga Desember 2026.
Dua program bantuan yang menjadi sasaran tahap ini adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran direncanakan mulai semester I 2027 kepada warga yang dinyatakan layak berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.
Zulkifli menyebut pendataan masih berjalan dan baru mencakup sekitar 110 ribu kartu keluarga dari total 508 ribu KK di Batam.
"Sekarang sudah posisi sekitar 22 persen dari seluruh jumlah KK yang terdaftar di Batam. Sekitar 110 ribu dari 508 ribu KK," kata Zulkifli saat dihubungi di Batam, Minggu.
Perpanjangan tenggat memberi ruang bagi Dinsos PM Batam memperluas cakupan pendataan. Zulkifli menyatakan pihaknya membuka jalur partisipasi warga melalui Gerakan Peduli Tetangga.
Melalui gerakan tersebut, siapa pun bisa mendaftarkan diri sebagai agen Perlinsos lewat portal resmi. Agen bertugas menanyakan kepada tetangga apakah sudah terdaftar, lalu membantu mendaftarkan kartu keluarga melalui aplikasi bila belum.
"Gerakan Peduli Tetangga ini semakin terbuka untuk masyarakat karena sekarang bebas siapa saja bisa menjadi agen. Dia cukup mendaftarkan dirinya ke portal agen Perlinsos dan bisa membantu mendaftarkan tetangganya," ujarnya.
Di lapangan, sebagian warga masih enggan mendaftar. Zulkifli menyebut keraguan itu muncul dari kekhawatiran kehilangan bantuan yang selama ini diterima.
"Di lapangan yang terjadi terkadang masyarakat itu belum percaya. Justru dia takut. Kalau saya daftar nanti malah tidak dapat bansos. Jangan-jangan nanti malah hilang bansosnya, seperti itu. Makanya ada peran agen ini untuk mendampingi, memberi edukasi kepada masyarakat," katanya.
Dalam sistem Perlinsos, status kelayakan langsung terlihat begitu data masuk, termasuk kategori layak maupun tidak layak.
Di Kecamatan Sagulung, sekitar 19.800 warga telah terdaftar dalam Perlinsos. Dari jumlah itu, sekitar 19 ribu mengajukan BPNT, dengan sekitar 4 ribu masuk kategori berpotensi menerima dan sekitar 14 ribu dinilai tidak layak.
Jumlah penerima masih bisa berubah saat bantuan mulai disalurkan. Warga yang sebelumnya dinilai tidak layak dapat mengajukan sanggahan bila ada kekeliruan data, sementara kondisi keluarga juga bisa berubah sehingga mempengaruhi status penerimaan.
"Jadi ikuti tahapan saja. Nanti paling-paling kita tahunya saat Kemensos mulai memberikan bantuan. Kalau angkanya naik, kenaikan itu bisa saja akibat sanggahan atau memang potensi baru yang muncul," ujar Zulkifli.