BP Batam Pakai Genset di 7 Lokasi IPA Terdampak Pemadaman Listrik, Produktivitas Air Hanya 30 Persen

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:47:01 WIB
BP Batam mengoperasikan genset di sejumlah instalasi pengolahan air selama gangguan pasokan listrik PLN Batam.

BATAM — Gangguan pasokan listrik dari PLN Batam memaksa Badan Pengusahaan (BP) Batam menyalakan genset di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP). Sejumlah lokasi yang terdampak meliputi Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa, dan Duriangkang 1-5. Kondisi itu membuat produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan beberapa IPA di Batam sudah menggunakan genset. Namun, genset hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air.

7 Lokasi IPA Terdampak Pemadaman Listrik

Menurut Ariastuty, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak langsung pada operasional WTP di beberapa lokasi. Ia merinci lokasi tersebut adalah Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa dan Duriangkang 1-5.

"Pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, Muka Kuning, Piayu, Tembesi, Nongsa dan Duriangkang 1-5," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin.

Objek Vital Jadi Prioritas Penanganan

BP Batam berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mengoptimalkan penanganan gangguan. Prioritas utama diberikan pada keberlangsungan layanan objek vital, seperti rumah sakit, bandara, dan fasilitas pelayanan publik lainnya.

"BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem," kata Ariastuty.

Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru.

Warga Diminta Siapkan Cadangan Air

Ariastuty mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal. Ia juga meminta pelanggan menyiapkan cadangan air secukupnya.

"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH (Air Batam Hilir)," ujar Ariastuty.

Keandalan Listrik Dinilai Kunci Daya Saing Investasi

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis menekankan keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam. Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam.

"Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan," kata Fary.

BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi, dan iklim investasi Batam.

Pemulihan Listrik Bertahap, Jaringan Mulai Normal

PLN Batam sebelumnya melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.

Pemulihan dilakukan dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, dan fasilitas strategis lainnya.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top