BATAM — Direktorat Badan Usaha SPAM BP Batam menargetkan penyaluran 319 trip mobil tangki pada Selasa (13/10/2026) untuk memenuhi kebutuhan air warga yang belum terlayani jaringan perpipaan. Distribusi diprioritaskan bagi fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan permukiman yang masih mengalami gangguan pasokan.
Rencana penyaluran dibagi ke empat wilayah. Batu Aji dan sekitarnya mendapat 138 trip dengan 10 armada, Nongsa dan sekitarnya 100 trip dengan tujuh armada, Tiban-Sekupang-Marina 40 trip dengan tiga armada, serta Tanjung Uma dan sekitarnya 41 trip dengan dua armada.
Berdasarkan pemantauan operasional Selasa pagi, sejumlah instalasi pengolahan air telah beroperasi dengan kapasitas 100 persen. Instalasi tersebut meliputi IPA Duriangkang 1–4, Muka Kuning 1 dan 2, Tanjung Piayu, Tembesi, Sei Ladi, serta Sei Harapan.
Namun pemulihan belum merata. IPA Duriangkang 5 berhenti sementara setelah kembali terdampak pemadaman listrik PLN pada pukul 09.29 WIB. Tim teknis berkoordinasi dengan PLN untuk memulihkan pasokan daya di instalasi itu.
IPA Nongsa masih beroperasi dengan kapasitas 18,75 persen akibat penyesuaian operasional seiring penurunan elevasi air baku di Waduk Nongsa.
Gangguan listrik susulan pada Selasa pagi tidak hanya berdampak pada IPA Duriangkang 5. Pemadaman pukul 09.30 WIB turut memengaruhi operasional tangki ozon di Seraya.
Gangguan di IPA Duriangkang 5 berdampak pada pengaliran air di KDA, Legenda, Buana Vista, Bukit Raya, Bida 3, GNC, Batu Besar, Sambau, Teluk Mata Ikan, dan sekitarnya. Adapun gangguan tangki ozon Seraya berpotensi memengaruhi distribusi ke Seraya, Borobudur, Batu Ampar, Bengkong Polisi, Bengkong Langit, Bengkong Palapa, Melchem, Tanjung Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya.
Kawasan ujung jaringan dan dataran tinggi menjadi perhatian tersendiri, termasuk Sagulung, Batu Aji, dan Marina.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa pulihnya operasional instalasi tidak otomatis membuat seluruh pelanggan langsung menerima air normal. Jaringan perpipaan perlu kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil.
"Pemulihan distribusi air membutuhkan proses karena jaringan perpipaan harus kembali terisi secara bertahap. Pelanggan yang berada di ujung jaringan atau di wilayah dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali mendapatkan aliran air yang stabil," ujar Denny.
Secara keseluruhan, pemulihan jaringan perpipaan diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2x24 jam. Pengisian dilakukan bertahap untuk menstabilkan tekanan sekaligus mengurangi risiko kebocoran akibat perubahan tekanan mendadak.
BP Batam mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberi waktu bagi proses normalisasi distribusi. Warga juga diminta tidak mengambil air secara langsung dari Waduk Duriangkang, menyusul beredarnya rekaman aktivitas tersebut di media sosial.
Selain berisiko terhadap keselamatan, pengambilan air tanpa pengolahan tidak menjamin kualitas dan kehigienisan untuk kebutuhan sehari-hari. Area waduk berada dalam pengawasan petugas keamanan.
Denny menegaskan koordinasi dengan operator dan pihak terkait terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan air minum di Batam.
"Kami terus berkoordinasi dengan mitra operator dan pihak terkait untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Kebutuhan air merupakan bagian penting dari aktivitas masyarakat sehari-hari," ujarnya.