KEPULAUAN RIAU — PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan sekitar 19 juta liter tambahan bahan bakar minyak ke Bali dari rencana total 57,9 juta liter pada 14–17 Oktober 2026. Penambahan pasokan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan distribusi BBM yang sempat terganggu di sejumlah wilayah. Sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung kini melayani pembelian selama 24 jam untuk mengurai antrean kendaraan.
Denpasar — Pasokan tambahan tersebut tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Sisanya dijadwalkan masuk secara bertahap dalam dua hingga tiga hari ke depan, terdiri dari Pertalite dan Pertamax.
Perusahaan menempuh jalur ini setelah kondisi layanan di sejumlah SPBU berangsur kondusif. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan pemulihan akan terus dilanjutkan hingga penyaluran kembali normal.
Dari sisi distribusi, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Kedua terminal — Sanggaran dan Manggis — beroperasi 24 jam untuk mempercepat penerimaan sekaligus penyaluran BBM.
Langkah serupa diterapkan di hilir. Sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung membuka layanan sepanjang hari. Tujuannya memperluas akses pengisian dan memangkas antrean yang sempat mengular.
Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan penjualan BBM secara literan di sejumlah SPBU Kota Denpasar, terutama di titik dengan kepadatan kendaraan tinggi. Sejak hari pertama, layanan ini menyalurkan sekitar 5.000 liter per hari.
Skema tersebut membantu masyarakat yang membutuhkan BBM dalam jumlah kecil tanpa harus ikut mengantre panjang di jalur reguler.
Seiring normalisasi distribusi, perusahaan meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Penimbunan maupun pembelian BBM subsidi untuk dijual kembali secara ilegal dinilai dapat mengganggu kelancaran distribusi dan merugikan konsumen yang berhak.
“Kami terus mengoptimalkan pasokan dan distribusi BBM di Bali melalui penambahan suplai, kesiapan armada mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Saat ini, kondisi layanan di sejumlah wilayah mulai berangsur kondusif. Namun, upaya pemulihan akan terus kami lanjutkan agar penyaluran BBM semakin lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Kitty.
Masyarakat yang membutuhkan informasi layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.
Penambahan 19 juta liter ini menjadi penopang utama mobilitas warga Bali, terutama di kawasan Denpasar dan Badung yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Kecepatan pemulihan distribusi akan menentukan seberapa cepat antrean di SPBU kembali normal dalam beberapa hari ke depan.