TANJUNGPINANG — Dentuman ritmis gendang yang dipukul anak-anak etnis Tionghoa menggema di Lapangan Pamedan, Jalan Ahmad Yani KM 4, Kota Tanjungpinang. Kelincahan gerak tangan para penabuh muda itu memukau ratusan warga dan tamu undangan yang memadati lokasi acara sejak sore hari.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama pagelaran seni dan budaya bertajuk "Seni Alam Berkicau". Acara ini digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang sebagai upaya mempererat kebersamaan dan merawat kerukunan antarwarga.
Seni Gendang Kepri yang tampil di panggung berada di bawah binaan Bobby Jayanto, yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Kesenian ini disebut sudah menembus tingkat nasional dan terus dikembangkan untuk menarik minat generasi muda dari berbagai kalangan.
Menurut Bobby, murid SD kelas 3 dan 4 sudah bisa dilatih menabuh gendang. Latihan itu bukan sekadar soal teknik, tetapi juga menjadi sarana melatih mental, kekompakan, dan kedisiplinan anak-anak.
"Murid SD kelas 3 dan 4 sudah bisa dididik dengan harapan untuk melatih mental, kekompakan, dan kedisiplinan agar baik, supaya kedepannya mereka siap mental untuk tampil di tempat umum termasuk berbagai pertunjukan, sehingga nilai-nilai inilah yang dititipkan kepada anak-anak agar mereka memiliki masa depan yang cukup bagus," terang Bobby Jayanto.
Bobby menuturkan, Seni Gendang Kepri kerap ditampilkan pada acara peresmian atau penutupan perusahaan besar di luar negeri, salah satunya di Malaysia. Pengalaman itu menjadi bukti kesenian lokal Kepri mampu berbicara di panggung yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, politisi Partai NasDem Tanjungpinang itu menyampaikan apresiasi kepada Pemko Tanjungpinang. Ia menilai pelibatan berbagai unsur masyarakat dalam ajang ini merupakan bentuk nyata sinergi yang kuat antara pemerintah dan warganya.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah hiburan, tetapi juga ruang strategis untuk merajut kebersamaan, melestarikan seni budaya lokal, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan karena banyak nilai positifnya," ungkap Bobby.
Pagelaran "Seni Alam Berkicau" dirancang bukan hanya sebagai tontonan. Disbudpar Kota Tanjungpinang menyebut kegiatan ini bertujuan menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata kreatif, dengan warga sekitar ikut terlibat dalam penyelenggaraannya.
Antusiasme penonton terlihat dari ramainya warga yang datang sejak sore. Sajian kreativitas seni lintas budaya dalam acara itu disebut menjadi cermin kuatnya toleransi dan kebhinekaan di Kota Tanjungpinang.
Bagi Bobby, keberlanjutan agenda semacam ini penting agar anak-anak binaan punya panggung rutin untuk unjuk kemampuan. Harapan itu ia sampaikan langsung di hadapan warga dan tamu undangan yang hadir di Lapangan Pamedan.