Pencarian

Bukan Pakai Algoritma, Aplikasi Ini Ajak Penumpang dan Sopir Tawar-menawar Harga

Selasa, 02 Juni 2026 • 00:07:01 WIB
Bukan Pakai Algoritma, Aplikasi Ini Ajak Penumpang dan Sopir Tawar-menawar Harga
Penumpang dan sopir di aplikasi inDrive dapat tawar-menawar harga secara langsung tanpa algoritma.

KEPULAUAN RIAU — Semua berawal dari situasi darurat. Saat itu, perusahaan taksi lokal di Yakutsk menaikkan tarif dua kali lipat di tengah cuaca ekstrem. Sekelompok mahasiswa bereaksi dengan membuat grup media sosial bernama "Independent Drivers". Tujuannya sederhana: mempertemukan penumpang dan sopir untuk bernegosiasi langsung tanpa perantara yang menentukan harga sepihak.

Gagasan itu kini telah berevolusi menjadi inDrive, aplikasi yang beroperasi di lebih dari 45 negara dan 700 kota. Di Indonesia, platform ini mulai mendapatkan tempat di tengah dominasi pemain besar ride-hailing lainnya.

Cara Kerja: Penumpang Tawar, Sopir Bisa Menawar Balik

Perbedaan utama inDrive dengan aplikasi lain ada pada mekanisme penetapan harga. Penumpang memasukkan tujuan, lalu menawarkan tarif yang mereka anggap wajar. Sopir yang melihat tawaran tersebut punya tiga pilihan: menerima harga yang diajukan, menolaknya, atau mengajukan penawaran balik dengan nominal lebih tinggi.

Setelah beberapa sopir merespons, penumpang tidak langsung dicocokkan secara acak. Mereka bisa memilih sopir berdasarkan kriteria seperti harga termurah, rating tertinggi, jenis kendaraan, atau waktu kedatangan tercepat. Sistem ini memberi kendali penuh kepada kedua belah pihak, bukan kepada mesin.

Keuntungan Finansial: Komisi Lebih Ringan untuk Sopir

Bagi mitra pengemudi, skema ini membawa keuntungan langsung. Jika kompetitor memotong 20 hingga 25 persen dari tarif perjalanan, inDrive hanya mengambil komisi 10 hingga 15 persen. Artinya, sopir bisa membawa pulang pendapatan bersih yang lebih besar, meskipun tarif yang disepakati mungkin lebih rendah dari harga pasar.

Dari sisi penumpang, tidak ada biaya tersembunyi. Harga yang disepakati di awal adalah harga yang dibayar. Tidak ada lonjakan tarif mendadak saat hujan atau jam sibuk.

Keamanan Tetap Jadi Prioritas

Meskipun mengedepankan negosiasi, fitur keselamatan tidak ditinggalkan. Pengguna dapat membagikan lokasi perjalanan secara langsung kepada keluarga atau teman. Proses tawar-menawar juga menciptakan interaksi yang lebih manusiawi antara penumpang dan sopir, berbeda dengan transaksi yang sepenuhnya diatur algoritma.

Model bisnis ini membuktikan bahwa di era digital sekalipun, sentuhan manusia dan kebebasan memilih tetap menjadi nilai jual yang kuat. Terutama di negara seperti Indonesia, di mana negosiasi adalah bagian dari keseharian.

Bagikan
Sumber: mawar#4192

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks