Pencarian

SPPG Bunguran Timur Laut di Natuna Kembali Beroperasi Usai Terhenti Dua Hari Akibat Anggaran Belum Turun

Kamis, 11 Juni 2026 • 02:55:31 WIB
SPPG Bunguran Timur Laut di Natuna Kembali Beroperasi Usai Terhenti Dua Hari Akibat Anggaran Belum Turun
SPPG Bunguran Timur Laut kembali beroperasi setelah terhenti dua hari akibat keterlambatan anggaran.

NATUNA — Sempat terhenti karena persoalan likuiditas, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bunguran Timur Laut akhirnya menyala kembali. Kepala SPPG Bunguran Timur Laut, Shintia Dwi Oktavianti, memastikan proses produksi dan distribusi makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan normal mulai Rabu pagi.

"Hari ini sudah beroperasi kembali. Untuk Senin dan Selasa SPPG berhenti sementara," ujar Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Natuna, Lutshia Widi Febiana, saat dikonfirmasi di Natuna, Rabu.

Anggaran Baru Cair Senin Malam, Tapi Distribusi Tak Bisa Langsung

Menurut Shintia, dana dari BGN baru diterima pada Senin (8/6) pukul 18.15 WIB. Dengan waktu yang sangat mepet, pihaknya tidak bisa langsung menggelar operasional pada keesokan harinya. "Kami masih harus melakukan pengadaan bahan baku, seperti ayam, buah-buahan, dan sayuran," jelasnya.

Ketersediaan bahan pangan menjadi faktor krusial. SPPG membutuhkan waktu untuk memastikan pasokan cukup dan memenuhi standar kualitas sebelum makanan bisa diproduksi massal. Keputusan untuk memulai kembali layanan pada Rabu diambil setelah melalui koordinasi dengan koordinator wilayah BGN.

Gangguan Pasokan, Bukan Masalah Struktural

Penghentian sementara ini murni disebabkan oleh keterlambatan pencairan anggaran dari tingkat pusat. Tidak ada masalah pada tenaga pengolah maupun infrastruktur dapur SPPG. "Dana baru diterima pada Senin pukul 18.15 WIB. Dengan waktu yang sangat terbatas, distribusi belum dapat dilakukan pada Selasa," tegas Shintia.

Program MBG di Natuna sendiri menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah karena menyasar anak-anak sekolah di wilayah kepulauan yang rawan gizi buruk. SPPG Bunguran Timur Laut melayani ribuan penerima manfaat di kecamatan tersebut.

Bagaimana Nasib Penerima Manfaat Selama Vakum?

Belum ada keterangan resmi mengenai kompensasi atau penggantian jatah makanan bagi penerima manfaat yang tidak terlayani selama dua hari. Namun, dengan kembalinya operasional, distribusi diharapkan bisa mengejar ketertinggalan dalam beberapa hari ke depan.

Peristiwa ini menjadi catatan bagi BGN untuk memastikan mekanisme pencairan dana ke SPPG di daerah berjalan lebih cepat dan tidak mengulang keterlambatan serupa. Sebab, gangguan pasokan pangan meski hanya dua hari bisa berdampak pada asupan gizi anak-anak di lapangan.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks