JAKARTA — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan apresiasi atas kinerja pasar modal yang menunjukkan kebangkitan signifikan. IHSG berhasil melesat kembali menembus level 6.000 pada perdagangan hari ini, Jumat, seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp17.900-an.
Kinerja Saham BUMN Jadi Motor Penggerak IHSG
Dony menyoroti peran penting saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menopang kebangkitan IHSG. Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan hingga sekitar 7 persen, sementara saham perbankan pelat merah (Himbara) dan Telkom juga turut memberikan kontribusi positif.
“Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta.
Volume Akumulasi Beli Masif dari Investor Asing dan Domestik
Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif. Baik investor domestik maupun asing tercatat aktif melakukan pembelian, mendorong indeks terus bergerak di zona hijau.
“Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar,” tambah Dony.
Keputusan BI Jadi Katalis Pemulihan Kepercayaan Pasar
Kebangkitan IHSG dan penguatan rupiah dinilai tidak lepas dari sinergi langkah cepat pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen.
Keputusan tersebut disebut menjadi momen krusial yang langsung memulihkan kepercayaan pelaku pasar. Langkah ini, menurut Dony, menjadi fondasi bagi pergerakan positif indeks dan nilai tukar yang terjadi saat ini.