Polres Natuna mendistribusikan 8 ton air bersih kepada warga Kampung Mahligai, Desa Sungai Ulu, Kabupaten Natuna yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau, Jumat (21/8/2026). Bantuan diangkut menggunakan kendaraan tangki dan disalurkan langsung oleh personel kepolisian di tengah permukiman warga.
NATUNA — Ratusan warga Kampung Mahligai, Desa Sungai Ulu, Kabupaten Natuna akhirnya bisa bernapas lega setelah pasokan air bersih tiba di tengah musim kemarau yang melanda wilayah tersebut. Polres Natuna mengirimkan 8 ton air menggunakan kendaraan tangki pada Jumat (21/8/2026) sebagai respons atas menyusutnya persediaan air di permukiman mereka.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie mengatakan pendistribusian ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak cuaca panas ekstrem. "Situasi panas ini berdampak pada menyusutnya persediaan air, yang menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Personel Terjun Langsung ke Permukiman Warga
Kegiatan penyaluran berlangsung mulai pukul 10.10 WIB hingga selesai. Personel Polres Natuna bersama Bhabinkamtibmas Polsek Bunguran Timur, Bripda Iphong Hardiansyah, hadir di tengah warga untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Kehadiran aparat di lokasi tidak sekadar mengawasi distribusi. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan warga Kampung Mahligai yang selama ini mengandalkan sumur dan penampungan hujan untuk kebutuhan harian.
Warga Sambut Baik Bantuan Air Bersih
Warga setempat menyambut baik kedatangan rombongan kepolisian. Distribusi air bersih dinilai sangat membantu masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir harus mengantre atau membeli air dengan harga tinggi untuk keperluan memasak, mandi, dan minum.
Polres Natuna memastikan bantuan serupa akan terus digulirkan ke wilayah lain yang berpotensi mengalami keterbatasan sumber air bersih. Pihak kepolisian berkomitmen hadir membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan kondisi lingkungan, termasuk dampak musim kemarau yang kerap melanda sejumlah kecamatan di Natuna.