Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang menyatakan kabut asap dari Kalimantan kembali menyelimuti Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Asap terbawa angin dari arah Timur-Tenggara menuju Barat Laut-Utara dengan kecepatan 05-20 kilometer per jam. BMKG mengimbau warga mewaspadai potensi karhutla yang mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.
TANJUNGPINANG — Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi Nur Fitriani menyebut deteksi asap itu merujuk citra sebaran pada 26 September pukul 13.00 WIB. Wilayah Kepri secara umum kembali terdeteksi asap yang bersumber dari Kalimantan.
Angin yang bertiup dari arah Timur-Tenggara ke Barat Laut-Utara membawa asap masuk ke Kepri. Khusus di Pulau Bintan yang meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, kecepatan angin mencapai sekitar 05-20 kilometer per jam.
Selain asap, pertumbuhan awan hujan terpantau di sebagian wilayah Pulau Bintan bagian Utara.
Kualitas Udara Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. Indeks kualitas udara saat ini relatif tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kelompok yang dimaksud meliputi bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.
"Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujar Teguh.
Jarak Pandang Terganggu, Warga Minta Masker Gratis
Warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung, mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu. Ia harus memakai masker ketika bepergian dengan sepeda motor karena kualitas udara berisiko mengganggu pernapasan.
"Kami berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker gratis," ucap Agung.
Imbauan BMKG untuk Aktivitas Luar Ruangan dan Perairan
BMKG meminta warga memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat. Imbauan itu berlaku khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Hingga Sabtu sore, kabut asap masih menyelimuti Pulau Bintan. Beberapa pulau kecil dari kejauhan tidak terlihat akibat tertutup kabut asap tebal berwarna abu-abu.