Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau warga di Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menurunkan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Imbauan disampaikan menyusul tercatatnya lebih dari 3.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah itu sepanjang September 2026. Dinkes Kepri bersama dinkes kabupaten/kota menyiagakan pelayanan maksimal di puskesmas hingga rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan kasus.
TANJUNGPIINANG — Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kepri Mohammad Bisri menyatakan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ISPA dan influenza yang belakangan marak di Kepri. Kelompok rentan seperti anak-anak hingga warga lanjut usia diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
Warga yang tetap harus bepergian diimbau memakai masker untuk mencegah paparan polusi udara dari kabut asap. Dinkes juga telah mendistribusikan masker ke puskesmas-puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat.
Kabut Asap Selimuti Kepri Sejak Sabtu (26/9)
Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang mencatat kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kepri sejak Sabtu (26/9) dan masih berlangsung hingga Senin (28/9). Meski sempat diguyur hujan, kabut asap masih terpantau di beberapa wilayah, khususnya Tanjungpinang dan Bintan.
Kabut asap diprakirakan berasal dari luar wilayah akibat pergerakan angin, sehingga terbawa dan memengaruhi kondisi udara di Kepri. Kondisi itu dapat mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.
"Perhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi.
3.000-an Kasus ISPA Tercatat Sepanjang September 2026
Bisri menyebut jumlah kasus ISPA di Kepri selama periode September 2026 sudah mencapai 3.000-an kasus. Angka itu diperparah musim kemarau panjang yang memperburuk dampak kabut asap.
Dinkes Kepri bersama dinkes tingkat kabupaten/kota menyiapkan pelayanan kesehatan maksimal di puskesmas hingga rumah sakit. Langkah itu untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA akibat kabut asap.
"Kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk penyakit influenza yang belakangan ini marak terjadi di Kepri," ucap Bisri.
Warga Diminta Pantau Perubahan Cuaca
BMKG Tanjungpinang mengingatkan warga memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi cepat, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Kabut asap berpotensi mengganggu jarak pandang pelayaran di Kepri.
Dinkes Kepri meminta masyarakat mengurangi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak, khususnya anak-anak dan lansia. Penggunaan masker saat bepergian menjadi langkah pencegahan utama dari paparan polusi udara.
"Waspadai kondisi kualitas udara saat ini, terutama di wilayah Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Batam," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin.