BATAM — Kondisi udara kabur akibat kabut asap diprakirakan masih bertahan di Bintan dan Tanjungpinang. Selain menurunkan jarak pandang, sebaran asap berisiko bagi warga yang sensitif terhadap gangguan pernapasan.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mencatat cuaca Kepri pada 3–4 Oktober 2026 umumnya cerah berawan hingga berawan. Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan ringan sampai sedang.
Belokan Angin Picu Penumpukan Massa Udara
Pola cuaca tersebut dipengaruhi shearline atau belokan angin di sekitar wilayah Kepri. Fenomena itu memicu penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Suhu udara di Kepri secara umum diprakirakan berada pada rentang 24–32 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 0–19 kilometer per jam.
Natuna Jadi Wilayah Paling Perlu Diwaspadai
Peringatan dini khusus ditujukan BMKG untuk Kabupaten Natuna. Warga diminta mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang pada siang hari.
Setelah berawan tebal pada pagi hari, Natuna diprakirakan mengalami hujan pada siang hari. Kondisi ini menjadikan Natuna wilayah dengan potensi cuaca ekstrem paling tinggi dibanding daerah lain di Kepri.
Prakiraan Cuaca Sejumlah Kabupaten dan Kota
- Batam: berawan tebal pada pagi hari, berawan siang hari, cerah berawan malam hari, kembali berawan dini hari. Suhu 26–32 derajat Celsius.
- Tanjungpinang: udara kabur pagi hari, cerah berawan siang hari, berawan tebal malam hari, berkabut dini hari. Suhu 25–32 derajat Celsius.
- Bintan: udara kabur pagi hari, berawan siang hari, cerah berawan malam hari, berkabut dini hari. Suhu 24–32 derajat Celsius.
- Karimun: udara kabur pagi hari, berawan siang hari, berawan tebal malam hari, cerah berawan dini hari.
- Lingga: berawan pagi hari, cerah berawan siang hingga dini hari.
- Kepulauan Anambas: berawan pagi hari, cerah berawan siang hari, berawan hingga dini hari.
Imbauan bagi Warga Terdampak Asap
Warga di daerah yang masih terdampak kabut asap maupun berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang diimbau mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi BMKG. Langkah itu penting agar aktivitas harian bisa disesuaikan dengan kondisi terkini.
Bagi kelompok rentan seperti penderita gangguan pernapasan, sebaran asap perlu diantisipasi lebih awal. Pemantauan prakiraan cuaca secara berkala menjadi cara paling sederhana untuk mengurangi risiko di luar ruangan.