Pencarian

Danantara Masuk Proyek Etanol Bertahap, Target Rampung 3 Tahun

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 08:22:01 WIB
Danantara Masuk Proyek Etanol Bertahap, Target Rampung 3 Tahun
Danantara Indonesia menyatakan akan masuk ke proyek pengembangan etanol secara bertahap dalam tiga tahun ke depan.

KEPULAUAN RIAU — Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyatakan akan masuk ke proyek pengembangan etanol secara bertahap dalam tiga tahun ke depan, menyusul keberhasilan penghentian impor solar lewat mandatori B50. Langkah ini jadi bagian dari strategi transisi dan ketahanan energi nasional, dengan pemerintah kini membidik capaian serupa untuk komoditas bensin.

Paragraf pembuka: Rencana itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria usai acara Executive Breakfast Meeting Dua Tahun Danantara di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (2/10). Menurut Dony, keterlibatan Danantara tidak sekadar menanam bahan baku, tetapi mencakup pembangunan fasilitas pengolahan secara menyeluruh.

Dari B50 ke Campuran Etanol E20

Pemerintah menilai keberhasilan menghentikan impor solar melalui mandatori B50 menjadi pijakan untuk mengulang capaian serupa di komoditas bensin. Caranya lewat penerapan bahan bakar campuran etanol secara bertahap, dimulai dari E20.

Dony menyebut sejumlah negara bahkan sudah mengadopsi campuran etanol lebih tinggi, yakni E50. "Nah, bensin ini kan beberapa negara sudah bahkan sudah ada E50. Nah, kita juga dalam rangka untuk menjadikan negara kita berswasembada secara energi, kita juga mulai untuk memikirkan mulai dari E20 dulu nantinya," ujarnya.

Dia menegaskan arah kebijakan ini bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi. "Salah satunya tadi dalam rangka kita melakukan ketahanan energi, swasembada energi, khususnya untuk kan kita solar sudah selesai ya, dengan B50, sehingga kita sudah tidak lagi impor solar. Ke depan kita harapkan juga sama dengan bensin," kata Dony.

Bahan Baku dari Tetes Tebu, Pemerintah Genjot Tanam Tebu

Etanol yang akan dicampur ke bensin diproduksi dari molase atau tetes tebu. Konsekuensinya, pemerintah akan menggenjot penanaman tebu secara masif untuk memastikan pasokan bahan baku tersedia selama masa transisi energi hijau.

"Bahan baku etanol ini kan dari terutama sekali dari molase dari tebu. Nah, karena itu pemerintah ke depannya akan menggencarkan untuk proses penanaman tebu, ya, yang kita harapkan nanti akan menjadi bagian daripada transisi energi kita," jelas Dony.

Pernyataan itu menempatkan sektor pertanian sebagai penopang utama rantai pasok etanol. Tanpa perluasan lahan tebu, target campuran etanol berisiko tertahan di tengah jalan.

Investasi Menyeluruh, Ditargetkan Selesai Tiga Tahun

Danantara memposisikan diri bukan hanya sebagai penyandang dana penanaman, tetapi juga pihak yang membangun pabrik etanol. Seluruh rangkaian investasi itu ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

"Iya, termasuk membangun, menanam, kemudian membangun pabrik etanol juga. Kita harapkan nanti pemerintah kan berharap dalam tiga tahun ke depan sudah selesai seluruh investasi yang kita lakukan," pungkas Dony.

Skema bertahap dipilih agar pasokan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kesiapan pasar berjalan seiring. Pemerintah berharap pendekatan ini menghindarkan gejolak pasokan yang biasa muncul saat kebijakan energi diterapkan sekaligus.

Penutup: Bagi Danantara, proyek etanol memperluas peran dari pengelola investasi menjadi penggerak rantai pasok energi. Keberhasilannya akan diukur dari kesiapan lahan tebu dan pabrik dalam tiga tahun ke depan, bukan hanya dari besarnya dana yang dikucurkan.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks