TANJUNGPINANG — Jajaran BTN yang hadir dipimpin Komisaris Independen Pietra Machreza Paloh, didampingi Regional Head Vidy Aryo Fajar, Branch Manager Toto Juniarto, Deputy Business Skendra Putra, serta Funding and Transaction Manager Ines. Audiensi berlangsung sebagai penjajakan awal sebelum masuk ke pembahasan skema yang lebih rinci.
Tiga agenda utama dibahas dalam pertemuan tersebut. Selain perumahan ASN, Pemprov Kepri dan BTN menelaah sinergi digitalisasi daerah serta program kolaborasi untuk mendorong perekonomian Kepulauan Riau.
Skema Perumahan ASN Jadi Fokus Utama
Ansar menilai kerja sama penyediaan hunian bagi ASN dapat didalami lebih jauh. Tujuannya menghadirkan skema yang memudahkan aparatur memperoleh tempat tinggal layak dengan harga terjangkau.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tentu terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. Salah satunya bagaimana kita dapat menghadirkan kemudahan bagi ASN untuk memiliki hunian yang layak melalui skema yang sesuai dan terjangkau," ujar Ansar.
Perumahan ASN menjadi salah satu kebutuhan mendesak di daerah dengan harga properti yang terus bergerak naik. Skema pembiayaan dari bank pelat merah itu dinilai bisa menjadi jembatan antara kemampuan finansial aparatur dan harga rumah di pasaran.
Digitalisasi Layanan Pemerintahan Ikut Dibahas
Agenda kedua menyangkut penguatan sinergi digitalisasi daerah. Kolaborasi ini diharapkan mendukung pelayanan pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ansar menyebut transformasi digital sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Dukungan dari sektor perbankan, menurutnya, perlu terus dikembangkan.
"Digitalisasi bukan hanya mengenai penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu memberikan kemudahan, mempercepat pelayanan, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Dorongan bagi Sektor Produktif dan Ekonomi Daerah
Pembahasan ketiga diarahkan pada peluang kolaborasi BTN dan Pemprov Kepri dalam mendorong perekonomian daerah. Ansar berharap sinergi yang dibangun menyentuh sektor-sektor produktif dan berdampak pada aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Posisi strategis Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang Indonesia yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara dinilai memberi peluang besar bagi pengembangan ekonomi. Potensi itu membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Prinsipnya, setiap kerja sama harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat. Kita ingin kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," ujar Ansar.
Langkah Lanjutan Setelah Audiensi
Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki lebih lanjut bentuk dan skema kerja sama yang dapat dikembangkan antara Pemprov Kepri dan BTN. Pembahasan teknis selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta ketentuan yang berlaku.
Ansar berharap komunikasi dan koordinasi antara Pemprov Kepri dan BTN terus diperkuat. Dengan begitu, berbagai peluang kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi program konkret yang mendukung pembangunan Kepulauan Riau.