KEPULAUAN RIAU — Apple dikabarkan menyiapkan MacBook Pro dengan layar OLED yang bobotnya jauh lebih ringan dari model sekarang. Menurut jurnalis Bloomberg Mark Gurman, Apple merombak bagian dalam laptop dengan mengecilkan komponen dan menata ulang tata letaknya. Model ini diprediksi menyasar pengguna profesional yang butuh performa tinggi tanpa beban berat saat dibawa.
MacBook Pro generasi OLED disebut bakal membawa enam perubahan besar sekaligus. Selain layar OLED, Apple disebut menyiapkan kemampuan layar sentuh, Dynamic Island pengganti notch, chip M5 Pro dan M5 Max, desain lebih tipis, serta bodi yang jauh lebih ringan. Kombinasi tipis dan ringan dianggap saling melengkapi pada generasi ini.
Bobot Turun Berkat Rombak Bagian Dalam
Gurman menyebut Apple telah mendesain ulang interior mesin, mengecilkan part, dan mengatur ulang posisi komponen agar komputer lebih mudah dibawa. Saat ini, MacBook Pro memiliki bobot hingga 4,7 pon. Sebagai pembanding, MacBook Air berbobot hingga 3,3 pon dan MacBook Neo 2,7 pon.
Angka 4,7 pon setara sekitar 2,1 kilogram. Artinya, ada ruang cukup besar bagi Apple untuk memangkas bobot jika memang ingin mendekati kelas MacBook Air.
Enam Fitur Baru yang Dirumorkan
- Layar OLED
- Dukungan layar sentuh
- Dynamic Island menggantikan notch
- Chip M5 Pro dan M5 Max
- Desain lebih tipis
- Desain jauh lebih ringan
Jadwal Rilis dan Pengujian macOS
Apple disebut berencana merilis MacBook Pro OLED pada Oktober atau November tahun ini. Gurman juga mengulang laporannya bahwa Apple sedang menguji laptop tersebut dengan macOS 27.2, yang saat ini masih berstatus beta.
Pengujian di versi beta biasanya jadi tanda bahwa perangkat sudah masuk tahap akhir penyempurnaan sebelum produksi massal.
Posisi di Lini Produk Apple
Model OLED diprediksi menempati kelas atas dengan harga lebih mahal, berada di atas jajaran MacBook Pro yang ada sekarang. Artinya, Apple belum tentu menggantikan model saat ini, melainkan menambah opsi baru di segmen premium.
Bagi pengguna Indonesia, kabar ini relevan karena MacBook Pro termasuk lini yang rutin masuk pasar lokal lewat distributor resmi. Jika jadwal rilis sesuai rumor, versi OLED berpotensi hadir di Indonesia beberapa waktu setelah peluncuran global.
Laptop ini paling cocok untuk kreator konten, editor video, dan pekerja profesional yang sering berpindah tempat namun tetap butuh tenaga besar. Yang mengutamakan portabilitas murni mungkin tetap lebih pas memilih MacBook Air.