KEPULAUAN RIAU — Symbioz Films resmi mengambil alih penjualan internasional film drama berjudul Sevda, karya debut sutradara Ufuk Emiroglu yang berlatar dunia properti Istanbul. Film ini telah tayang perdana di Zurich Film Festival pada September lalu, dan kini trailer perdananya sudah dirilis. Sevda mengangkat kisah pengembang properti yang berhadapan dengan situs pemakaman Ottoman kuno di tengah proyek ambisiusnya.
Symbioz Films, perusahaan penjualan dan produksi asal Eropa yang baru diluncurkan pada Mei oleh Aleksandar Govedarica, menambahkan Sevda ke dalam daftar penjualan mereka. Langkah ini menandai ekspansi perusahaan tersebut di pasar film internasional setelah sebelumnya fokus pada hak siar menyeluruh.
Sevda disutradarai oleh Ufuk Emiroglu, sineas kelahiran Turki yang kini berbasis di Swiss. Ini menjadi film fiksi panjang pertamanya setelah sebelumnya dikenal lewat dokumenter My Father, the Revolution and Me yang tayang di Locarno Film Festival 2013.
Sinopsis Sevda: Ketika Ambisi Properti Bertemu Sejarah Kota
Film ini mengambil nama dari tokoh utamanya, Sevda, seorang pengembang properti yang aktif berperan dalam gentrifikasi besar-besaran di Istanbul. Ia digambarkan tidak terlalu mempedulikan dampak pembangunan terhadap warga lama kota tersebut.
Konflik muncul ketika sebuah kesepakatan besar untuk proyek pembangunan terhenti akibat ditemukannya pemakaman Ottoman kuno di lokasi yang ditargetkan. Seorang penjaga makam lanjut usia menolak meninggalkan tempat tersebut.
Seiring berjalannya cerita, masa lalu keluarga Sevda yang terkubur mulai terungkap. Ia menyadari bahwa kisah hidupnya jauh lebih terikat dengan sejarah kota daripada yang pernah ia bayangkan.
Kolaborasi Skenario dan Produksi Lintas Negara
Naskah Sevda ditulis bersama oleh Emiroglu dan Ercan Kesal, aktor yang dikenal lewat film Once Upon A Time In Anatolia. Kesal juga turut tampil dalam film ini.
Sevda merupakan produksi bersama Swiss, Turki, dan Belgia. Produser yang terlibat antara lain Nadia Turincev dan Omar El Kadi dari Paris, Nicolas Wadimoff dan Philippe Coeytaux dari Akka Films di Jenewa, Eva Kuperman dan Anton Iffland Stettner dari Stenola Production di Brussels, serta Ersan Congar dan Cihan Asl? Filiz dari Bir Film di Istanbul.
Deretan Proyek Symbioz Films Selanjutnya
Selain Sevda, Symbioz Films juga menangani drama Slovenia berjudul Everything That's Wrong With You. Ada pula This is not an Apple, film tentang tiga saudara Palestina yang tinggal di pinggiran Oslo dan menemukan harapan melalui proyek komunitas menanam apel.
Kehadiran Sevda di jajaran penjualan Symbioz Films menunjukkan minat pasar internasional terhadap cerita yang menggabungkan isu perkotaan, sejarah, dan konflik personal. Film ini diposisikan untuk menjangkau festival dan distributor di Eropa serta wilayah lain.