BATAM — Pemulihan pasokan listrik di Pulau Batam dan Pulau Bintan berlangsung bertahap sejak Senin malam. Tim teknis dan operasional PLN Batam menormalkan pembangkit, menyinkronkan unit, lalu memulihkan jaringan transmisi dan distribusi dengan memperhatikan keselamatan serta kestabilan sistem.
Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi yang terdampak dilaporkan telah kembali beroperasi. Pemulihan beban listrik mencapai sekitar 99 persen pada waktu yang sama.
Pemerintah Belum Simpulkan Penyebab, Menunggu Koordinasi Lintas Kementerian
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab gangguan kelistrikan tersebut. Kementerian Komunikasi dan Digital masih berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendalami kejadian itu.
"Kami masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kami belum dapat menyampaikan apa pun," kata Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Meutya menegaskan, pemerintah masih menunggu hasil koordinasi lintas instansi sebelum menyampaikan kesimpulan. Penyebab pasti pemadaman belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan pemerintah pada Selasa.
Dugaan Awal: Hewan Liar Masuk Area Gardu Induk Sungai Harapan
Sekretaris Perusahaan PLN Batam Rudi Antono menyebut masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan sebagai dugaan awal penyebab gangguan. Perusahaan masih menyelidiki kejadian tersebut untuk memastikan penyebab pastinya.
"Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan," kata Rudi dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Selasa.
Pemadaman bermula sekitar pukul 06.30 WIB dan meluas ke Pulau Batam, Pulau Bintan, serta sebagian Tanjungpinang. Saat penanganan pada Senin, PLN Batam memprioritaskan objek vital dan fasilitas pelayanan publik seperti bandara, rumah sakit, dan pelabuhan.
Manajer Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama mengatakan pemulihan pasokan bagi fasilitas tersebut menjadi perhatian khusus selama penanganan gangguan. Upaya itu berlangsung bersamaan dengan pemulihan jaringan listrik di wilayah pelanggan lainnya.
Kompensasi Diberikan Otomatis, Besaran Bergantung Jenis Layanan
PLN Batam menyatakan akan memberikan kompensasi apabila gangguan melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan. Kompensasi diperhitungkan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya sehingga pelanggan tidak perlu mengajukan klaim.
"Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku," kata Rudi.
Besaran kompensasi bergantung pada jenis layanan pelanggan. Pelanggan reguler disebut menerima 10 persen dari biaya beban bulanan mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017.
Pelanggan layanan keandalan dapat menerima kompensasi 15–25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL), sesuai jenis layanan yang diperjanjikan. Ketentuan itu berarti kompensasi tidak otomatis berlaku dengan besaran yang sama bagi seluruh pelanggan.
Jaringan Telkomsel di Batam Tetap Normal Selama Pemadaman
Telkomsel menyatakan gangguan listrik tersebut tidak berdampak pada jaringan telekomunikasinya di Batam. Perusahaan mengandalkan baterai cadangan dan sejumlah generator set (genset) yang disiagakan selama pasokan listrik terputus.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan kapasitas baterai cadangan cukup untuk menopang jaringan selama periode pemadaman. Seluruh peralatan dan infrastruktur telekomunikasi Telkomsel dilaporkan tetap aman dan berfungsi dengan baik.
"Tidak ada dampaknya terhadap jaringan telekomunikasi Telkomsel," kata Nugroho.
PLN Batam tetap menyiagakan petugas untuk memantau kondisi sistem kelistrikan pascapemulihan. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat selama pemadaman dan proses pemulihan.