ANAMBAS — Bantuan perlengkapan sekolah tersebut diserahkan langsung kepada orang tua siswa baru, dengan cakupan penerima mencakup murid tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Pemkab Kepulauan Anambas menempatkan program ini sebagai dukungan bagi keluarga di wilayah kepulauan dan perbatasan yang harus memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
Bupati Kepulauan Anambas Aneng menyatakan bahwa bantuan pakaian dan perlengkapan sekolah bukan sekadar pemenuhan kebutuhan seragam. Pemerintah daerah, kata dia, juga ingin meringankan beban orang tua sekaligus menjaga semangat anak-anak untuk terus bersekolah.
"Kami ingin tidak ada anak di Anambas yang merasa tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi geografis," kata Aneng.
Pendidikan Jadi Prioritas di Daerah Perbatasan
Aneng menegaskan bahwa pendidikan masuk dalam sektor prioritas pemerintah daerah. Kondisi geografis Anambas sebagai kabupaten kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, menurut dia, tidak boleh menyurutkan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan anak-anak.
Dalam penyerahan bantuan itu, Aneng didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Anambas Toni beserta staf, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Abdul Kadir, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Payalaman, Kepala Desa Putik, serta unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Apresiasi untuk Guru dan Pesan soal Pembinaan Siswa
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mendidik generasi penerus di tengah berbagai keterbatasan. Ia meminta pemerintah dan masyarakat terus menghargai pengabdian guru dalam membimbing serta membina siswa.
Aneng mengingatkan agar persoalan antara guru dan siswa tidak langsung disimpulkan sebagai tindakan kekerasan. Menurut dia, masyarakat perlu melihat proses pembinaan anak secara utuh dan sesuai konteks agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Wali Murid: Pengeluaran Jelang Sekolah Berkurang
Salah seorang wali murid, Lili, mengaku bantuan tersebut meringankan pengeluaran keluarganya untuk mempersiapkan anak masuk sekolah. Ia berharap pemerintah daerah melanjutkan program serupa agar semakin membantu orang tua memenuhi kebutuhan pendidikan anak.
"Sebagai ibu yang memiliki satu anak, saya sangat terbantu dengan adanya program ini," ujar Lili.
Menurut Lili, bantuan pakaian, topi, dasi, dan tas menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan keluarga. Perlengkapan tersebut mengurangi pengeluaran yang harus disiapkan orang tua menjelang anak memulai sekolah.