BATAM — Penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa memicu serangkaian mitigasi darurat yang dijalankan BP Batam. Air dari embung Kebun Raya Nongsa dialirkan lewat jaringan pipa transmisi air baku menuju waduk tersebut.
Selain itu, BP Batam memasang jaringan pipa interkoneksi yang menghubungkan jalur distribusi Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa. Langkah tersebut untuk menjaga kontinuitas pasokan ke pemukiman warga.
Mini Booster Pump untuk Kawasan Elevasi Tinggi
Pemasangan mini booster pump tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan. Titik yang disasar antara lain Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau.
Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.
Air untuk Warga Jadi Prioritas Utama
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan seluruh kapasitas infrastruktur air publik diprioritaskan untuk kebutuhan domestik warga.
"Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal," ujar Ariastuty dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.
Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Menurut dia, penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.
Peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi turut menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang lebih optimal.
Data Center Wajib Bangun SWRO Sendiri
Menanggapi kebutuhan air untuk Data Centre, Ariastuty menyatakan pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil didorong memakai model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
"Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO)," kata Tuty.
Kawasan Nongsa Digital Park telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan. Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi SWRO atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.
Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.
Peta Investasi Data Center di Batam
Dari pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal. Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi.
Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Center lainnya belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana pengembangan. Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.
"Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini," tambah Tuty, panggilan akrabnya.
Modifikasi Cuaca dan Revitalisasi Pipa Distribusi
Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air.
"Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG," lanjut Ariastuty.
Menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra, perlu segera dilakukan revitalisasi pipa distribusi serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur air.