Sebanyak 5.321 TKA Bekerja di Batam Sepanjang 2025
Batam – Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, terdapat sebanyak 5.321 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di berbagai sektor industri di Kota Batam. Dari jumlah tersebut, sekitar 25 persen atau lebih dari 2.000 orang merupakan warga negara Tiongkok.
Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan dominasi TKA asal Tiongkok tidak terlepas dari banyaknya perusahaan asal negara tersebut yang beroperasi di Batam.
“Ada korelasinya. Banyak perusahaan Tiongkok di sini dan mereka menggunakan mesin serta peralatan dari negara asalnya. Untuk teknisi dan mekanik tertentu, tenaga ahlinya didatangkan langsung dari sana,” ujar Yudi di Batamcenter, Jumat (9/1/2026).
Selain Tiongkok, TKA yang bekerja di Batam juga berasal dari sejumlah negara lain, di antaranya India, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Jepang.
Berdasarkan sektor usaha, TKA paling banyak bekerja di sektor jasa konstruksi. Selanjutnya, mereka tersebar di industri komponen elektronik, industri elektronik, jasa pertambangan minyak dan gas bumi, jasa pendidikan swasta, serta industri peralatan komunikasi.
Yudi menjelaskan, mayoritas TKA tersebut menempati jabatan profesional dan teknis yang membutuhkan keahlian khusus. Posisi yang diisi antara lain Mechanical Engineer, Production Engineer, Production Manager, Electrical Engineer, Quality Control Advisor, serta Quality Assurance Advisor.
“Untuk dapat bekerja di Indonesia, TKA wajib memiliki latar belakang pendidikan sarjana, kompetensi yang sesuai, serta menduduki level jabatan tertentu,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberadaan TKA di Batam diharapkan dapat mendorong alih teknologi dan transfer keahlian, sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing tenaga kerja lokal di berbagai sektor industri.