Baznas Kepri Tingkatkan Target ZIS 2026, ASN dan Perusahaan Jadi Penopang Utama

Baznas Kepri menetapkan target penghimpunan ZIS sebesar Rp16 miliar pada 2026.
Penulis: Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 15:23:21 WIB

TANJUNGPINANGBaznas Kepulauan Riau menargetkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Provinsi Kepulauan Riau meningkat menjadi Rp16 miliar pada tahun 2026. Target tersebut naik dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berhasil menyentuh angka Rp15 miliar.

Kepala Baznas Kepri Arusman Yusuf mengatakan, peningkatan target dilakukan seiring tren penerimaan ZIS yang terus menunjukkan hasil positif dari tahun ke tahun. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melalui penguatan sosialisasi dan perluasan basis muzaki.

“Target zakat memang kami naikkan setiap tahun. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis penerimaan ZIS 2026 bisa tercapai sesuai target,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Arusman menjelaskan, kontribusi terbesar penerimaan ZIS selama ini berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dengan rata-rata mencapai sekitar Rp500 juta setiap bulan. Selain itu, zakat perusahaan swasta, muzaki perorangan, serta infak dan sedekah masyarakat juga menjadi sumber utama penghimpunan dana.

Untuk mendorong peningkatan penerimaan, Baznas Kepri akan mengintensifkan sosialisasi ke sejumlah instansi pemerintah yang dinilai belum optimal dalam penyaluran zakat, termasuk memperluas edukasi kepada perusahaan swasta dan muzaki potensial.

“Kami akan lebih masif melakukan sosialisasi, baik ke dinas-dinas, perusahaan, maupun masyarakat yang memiliki kewajiban zakat,” tambahnya.

Selain optimalisasi zakat, Baznas Kepri juga mengembangkan program Gerakan Gemar Berinfak (Gempak) Gen-Z yang menyasar pelajar tingkat SMA, SMK, SLB, dan MAN, baik negeri maupun swasta. Program ini dilakukan dengan mendistribusikan kotak infak ke sekolah-sekolah.

Dana infak yang terkumpul melalui program tersebut akan dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk mendukung kegiatan positif di lingkungan pendidikan, termasuk perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan.

“Dana infak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, seperti perbaikan ruang kelas atau kamar mandi, sehingga manfaatnya langsung dirasakan,” pungkas Arusman.

Jasa Press Release Murah

Delapan Media Publika

300.000
Order Sekarang

Reporter: Redaksi