BATAM — Disdik Kota Batam memastikan proses SPMB tahun ajaran 2026/2027 berlangsung gratis tanpa pungutan biaya. Masyarakat diminta waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. "SPMB ini gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam proses penerimaan siswa baru. Kalau ada indikasi pungli segera laporkan," tegas Kepala Bidang Pendidikan SD Disdik Batam Yusal, Kamis.
Untuk jenjang SD negeri, Disdik Batam mengalokasikan kuota penerimaan murid baru sebesar 80 persen untuk jalur domisili, 15 persen afirmasi, dan lima persen mutasi. Sementara itu, untuk SMP negeri, proporsi kuota terdiri dari 45 persen domisili, 25 persen afirmasi, 25 persen prestasi, dan lima persen mutasi.
Jadwal pendaftaran jalur afirmasi untuk SD dibuka pada 8 hingga 13 Juni 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 16 Juni 2026. Adapun jalur domisili dan mutasi dibuka pada 17 hingga 23 Juni 2026, dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 25 Juni 2026. Proses daftar ulang bagi calon murid yang dinyatakan lulus berlangsung pada 26 hingga 29 Juni 2026.
Untuk jenjang SMP, jadwal SPMB menyatukan jalur afirmasi dan prestasi pada 8 hingga 13 Juni, serta jalur domisili dan mutasi pada 17 hingga 23 Juni.
Disdik Batam menambahkan dokumen Kartu Identitas Anak (KIA) dalam kelengkapan administrasi pendaftaran tahun ini. Namun, Yusal menegaskan KIA belum diwajibkan untuk SPMB 2026/2027. "Bagi orang tua yang belum mengurus KIA anaknya tetap bisa mendaftar seperti biasa. Namun mulai tahun depan direncanakan KIA akan menjadi salah satu syarat wajib," ujarnya.
Penambahan KIA ini bertujuan mendukung tertib administrasi kependudukan anak sejak dini. Persyaratan administrasi lainnya meliputi akta kelahiran asli beserta fotokopi, kartu keluarga, KTP orang tua, surat pernyataan orang tua atau wali, serta NISN bagi murid yang berasal dari TK.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Batam di spmb-batam.id. Disdik Batam juga mengingatkan bahwa sekolah dasar negeri tidak diperbolehkan mengadakan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat masuk SD.