Harga Pertamax Naik 32% Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026, Ini Kata Pertamina

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 05:48:01 WIB
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

KEPULAUAN RIAU — Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini diumumkan resmi oleh Pertamina Patra Niaga pada Rabu (10/6). Dalam keterangan resminya, Sekretaris Perusahaan Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi bersama pemerintah.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth.

Ia menambahkan, harga jual baru ini juga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan hasil koordinasi dengan regulator. Pertamina memastikan pasokan kedua jenis BBM tersebut tetap aman dan tidak akan terjadi kelangkaan.

Daftar Harga BBM Pertamina di DKI Jakarta per 10 Juni 2026

Berikut rincian harga BBM nonsubsidi dan subsidi yang berlaku di wilayah DKI Jakarta:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter (tetap)
  • Pertamax: Rp 16.250 per liter (naik 32,1%)
  • Pertamax Green 95: Rp 17.000 per liter (naik 31,8%)
  • Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter (tetap)
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800 per liter (tetap)
  • Dexlite: Rp 23.000 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex: Rp 24.800 per liter (tetap)

Dampak Kenaikan Rp 3.950 per Liter bagi Konsumen

Kenaikan Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter berarti pengeluaran harian pengguna kendaraan roda empat bertambah. Untuk satu kali isi penuh tangki bensin 40 liter, selisih biaya yang harus dibayar mencapai Rp 158.000.

Angka ini naik signifikan dari sebelumnya sekitar Rp 492.000 menjadi Rp 650.000 per tangki. Sementara itu, produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo dan Dexlite tidak mengalami perubahan harga.

Alasan Pertamina: Formula Harga dan Harga Minyak Dunia

Roberth menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa dasar. “Penyesuaian harga jual ini juga sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan kualitas baik tanpa khawatir pasokan terganggu. “Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” pungkas Roberth.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: idnfinancials.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top