TANJUNGPINANG — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan seluruh gerai Koperasi Merah Putih yang sudah terbangun bisa beroperasi pada 16 Agustus 2026. Peluncuran serentak itu rencananya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama daerah-daerah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menyebutkan dari total 159 unit yang direncanakan, sebanyak 23 gerai sudah selesai dibangun. Sembilan unit lainnya masih dalam tahap konstruksi.
"Sebanyak 23 gerai sudah selesai dibangun, sementara sembilan unit lainnya masih dalam tahap konstruksi," kata Riki di Tanjungpinang, Rabu (10/6/2026).
Kendati bangunan fisik telah rampung, gerai-gerai tersebut belum bisa difungsikan. Riki menjelaskan pihaknya masih menunggu kedatangan berbagai perlengkapan, seperti rak dagangan, kamera pengawas (CCTV), mesin kasir, pikap, dan sepeda motor roda tiga untuk distribusi barang.
"Informasinya, masih dalam perjalanan logistik," ujarnya.
Kota Batam menjadi wilayah dengan jumlah gerai terbanyak yang sudah selesai dibangun. Sementara itu, kabupaten/kota lain di Kepri juga mulai merampungkan pembangunan gerai secara bertahap.
Pemprov Kepri mengakui masih ada kendala dalam penyediaan lahan untuk pembangunan gerai, terutama di desa-desa yang berada di kawasan kepulauan. Riki menyebut persoalan ini sudah disampaikan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk mendapatkan arahan konsep pembangunan yang sesuai dengan kondisi geografis setempat.
"Kita juga sudah rapat bersama pemerintah kabupaten dan kota termasuk TNI. Intinya, untuk sementara, kita optimalkan dulu 159 gerai KDMP yang siap dibangun," katanya.
Meski gerai permanen belum beroperasi, beberapa koperasi di Kepri sudah memulai aktivitas usaha. Mereka memanfaatkan fasilitas milik pemerintah desa maupun kecamatan sebagai tempat operasional sementara.
Riki mencontohkan Koperasi Desa Merah Putih Sri Kuala Lobam, Busung, Malang Rapat, dan Pengudang di Kabupaten Bintan yang sudah menjalankan bisnis. "Mereka masih menempati tempat sementara. Itu seperti latihan untuk berbisnis koperasi," ujarnya.
Gerai KDMP yang dibangun PT Agrinas bersama TNI memiliki luas sekitar 20 x 30 meter dengan area parkir yang cukup luas. Riki mendorong koperasi tidak hanya berfokus pada penjualan bahan kebutuhan pokok, tetapi juga mengembangkan sektor usaha lain.
"Termasuk bisnis sektor kelautan dan perikanan, karena Kepri ini wilayah kepulauan, potensinya sangat besar," kata Riki.
Selain sembako dan hasil laut, koperasi juga didorong membuka layanan percetakan, sablon, fotokopi, hingga pemasaran kendaraan listrik untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.