BATAM — Proses perbaikan pipa DN 800mm milik SPAM Batam di Simpang K Square Mall belum juga rampung hingga Kamis (11/6/2026) siang. Pantauan di lokasi pukul 12.47 WIB, para petugas masih berkutat dengan pemasangan baut pada flange soket pipa, sementara dari sela-sela sambungan masih terlihat air jernih mengucur. Para pekerja di lapangan enggan memberikan keterangan soal progres terkini.
Krisis air bersih ini bukan pertama kali terjadi. Pipa yang sama sebelumnya bocor pada Minggu (7/6) dan baru selesai diperbaiki Senin (8/6) pukul 17.00 WIB, namun kembali jebol pada Rabu (10/6). Padahal di lokasi yang sama tengah berlangsung proyek drainase yang melibatkan ekskavator, meskipun pihak PT Air Batam Hilir (ABHi) membantah aktivitas proyek menjadi penyebab kerusakan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan pengerjaan perbaikan mengalami keterlambatan. "Waktu pengerjaan mengalami delay karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur," ujar perempuan yang akrab disapa Tuty dalam siaran pers, Kamis (11/6).
Meski begitu, BP Batam berupaya keras agar perbaikan rampung pada pukul 16.00 WIB. "Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir 2 jam setelahnya," tegas Tuty. Tahapan perbaikan mencakup dewatering (pengurasan), penggalian lumpur, pengangkatan pipa, pemasangan pipa baru, hingga pemasangan support pipa sebelum suplai air dipulihkan.
Corporate Communication PT ABHi, Ginda Alamsyah, memperkirakan ada sekitar 26 ribu pelanggan yang terdampak akibat kebocoran kedua ini. Kawasan yang merasakan dampak meliputi Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Anggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia, dan sekitarnya.
Jumlah ini berbeda signifikan dengan kerusakan pertama yang disebut Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani, berdampak pada 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya. Perbedaan angka estimasi ini menunjukkan skala dampak yang fluktuatif tergantung titik kebocoran dan sistem jaringan distribusi.
Ginda Alamsyah menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebocoran pada pipa yang sama adalah pergeseran tanah yang diperparah faktor hujan. "Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu," katanya. Namun, hingga Kamis siang, konfirmasi lebih lanjut dari PT ABHi belum juga diterima BatamNow.com.
Kejadian ini memicu pertanyaan warga soal kualitas infrastruktur perpipaan dan koordinasi antara proyek drainase dengan jaringan distribusi utama. Belum ada pernyataan resmi dari BP Batam atau PT ABHi mengenai langkah antisipasi jangka panjang agar kebocoran serupa tidak terulang lagi dalam waktu dekat.