KEPULAUAN RIAU — Pencekalan terhadap Thomas Partey diumumkan FIFA jelang pertandingan Grup L antara Ghana vs Panama di BMO Field, Toronto, Rabu (17/6). Gelandang Villarreal itu dinyatakan tidak memenuhi syarat izin tinggal sementara oleh Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada (IRCC).
Alasannya, Partey tengah tersandung kasus pidana di Inggris Raya yang belum memiliki putusan pengadilan. Pemain berusia 33 tahun itu didakwa delapan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual yang terjadi saat ia masih membela Arsenal. Proses persidangannya sendiri baru akan dilanjutkan pada Januari 2027.
Kementerian Luar Negeri Ghana langsung merilis pernyataan resmi yang mengecam langkah Kanada. “Pemerintah Republik Ghana menyampaikan keberatan yang kuat atas keputusan sepihak dan sangat tidak adil yang diambil Kanada,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari laporan yang diterima redaksi.
Menurut Kemenlu Ghana, keputusan IRCC didasarkan pada ayat A36(1)(c) Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi Kanada (IRPA). Pemerintah Ghana menilai penghentian Partey di perbatasan itu prematur karena tuduhan terhadapnya belum terbukti.
“Keputusan tersebut dipahami didasarkan pada proses pidana yang sedang berlangsung di Inggris Raya, yang belum menghasilkan vonis atau putusan pengadilan yang menyatakan bersalah,” tegas pernyataan itu.
Ghana tidak membantah hak kedaulatan Kanada untuk menegakkan hukum imigrasinya. Namun, mereka mempertanyakan keadilan dan proporsionalitas dari langkah tersebut.
“Pemerintah Ghana menegaskan kembali prinsip hukum dasar asas praduga tak bersalah, yang merupakan landasan keadilan dan proses hukum yang adil dalam masyarakat demokratis,” lanjut pernyataan Kemenlu Ghana.
Mereka menambahkan, mengandalkan tuduhan yang belum terbukti tanpa adanya putusan pengadilan menimbulkan pertanyaan mendasar. “Oleh karena itu, Ghana sedang melakukan upaya diplomatik aktif dengan otoritas Kanada yang berwenang terkait masalah ini,” pungkas pernyataan tersebut.
Akibat pencekalan ini, Partey dipastikan absen saat Ghana menghadapi Panama di Toronto. Ia baru bisa bergabung untuk dua laga sisa fase grup yang digelar di Amerika Serikat.
Ghana akan melawan Inggris dan Kroasia di dua pertandingan berikutnya. Laga tersebut masing-masing dimainkan di Massachusetts dan Philadelphia. Partey masih bisa tampil karena tidak ada larangan masuk dari Pemerintah AS terkait kasus hukum yang menjeratnya.