KEPULAUAN RIAU — Seorang pejabat NATO menegaskan kesiapan aliansi militer tersebut dalam menghadapi segala bentuk ancaman, menyusul pemberitaan Financial Times yang menyebut Iran mempertimbangkan operasi militer terhadap instalasi AS di Eropa. Pernyataan itu menjadi sinyal keras pertama dari blok pertahanan Atlantik Utara atas potensi perluasan konflik ke benua Eropa.
"Sebagaimana terbukti awal tahun ini ketika sistem pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turki dari Iran dalam empat kesempatan terpisah, postur pencegahan dan pertahanan kami sangat kuat dan efektif," ujar pejabat tersebut kepada CNN pada Rabu, 19 Agustus.
Empat Rudal Berhasil Dicegat, Siprus Juga Disasar Drone
Pada Maret lalu, empat proyektil balistik yang diduga milik Iran dan mengarah ke wilayah Turki berhasil dinetralkan. Sistem pertahanan udara NATO yang beroperasi di kawasan tersebut bergerak cepat untuk menghancurkan ancaman sebelum mencapai target, meski Teheran membantah telah meluncurkan rudal-rudal itu.
Insiden serupa juga menimpa Siprus pada periode yang sama. Sebuah pesawat nirawak atau drone dilaporkan menyasar pulau tersebut pada Maret 2026, menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Mediterania timur yang melibatkan aktor non-negara dan negara adidaya.
Laporan Financial Times soal Target Militer AS di Eropa
Financial Times melaporkan pada Rabu bahwa Iran tengah mengkaji opsi untuk menyerang target militer AS di Eropa jika Trump meningkatkan eskalasi perang. Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang dekat dengan rezim di Teheran, menunjukkan adanya perhitungan matang di balik respons militer Iran terhadap tekanan Washington.
Menanggapi laporan tersebut, pejabat NATO menegaskan aliansi militer itu "siap menghadapi ancaman apa pun dan akan selalu melakukan langkah yang diperlukan untuk membela seluruh sekutu." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pertahanan kolektif sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Piagam NATO, di mana serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi.
Postur Pertahanan NATO Diuji di Tengah Ketegangan Global
Keberhasilan intersepsi rudal di Turki menjadi bukti nyata kesiapan operasional NATO dalam melindungi wilayah udara sekutunya. Sistem pertahanan berlapis yang dipasang di kawasan ini dirancang untuk merespons ancaman balistik jarak menengah yang kerap menjadi momok keamanan Eropa selatan.
Ketegangan antara Iran dan AS sendiri telah berlangsung berlarut-larut, dengan sanksi ekonomi dan tekanan diplomatik yang terus dijatuhkan Washington. Jika laporan Financial Times akurat, keputusan Teheran untuk memperluas target ke Eropa akan menandai eskalasi signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik kedua negara.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran maupun AS menanggapi laporan tersebut. Namun, pernyataan NATO yang dirilis cepat mengindikasikan bahwa aliansi militer terbesar di dunia itu telah memperhitungkan skenario terburuk dan menyiapkan langkah antisipasi di seluruh wilayah operasinya.