TANJUNGPINANG — Kawasan Taman Gurindam 12 berubah menjadi pusat keramaian sejak Sabtu malam. Ribuan pengunjung diperkirakan memadati lokasi selama empat hari untuk menyaksikan parade budaya Nusantara, tari kreasi Melayu, musik tradisional, hingga layar lebar yang menayangkan Piala Dunia 2026.
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura yang membuka acara tersebut memberikan apresiasi khusus kepada TVRI yang memegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia. “Apresiasi khusus untuk TVRI yang menayangkan siaran Piala Dunia 2026 di Indonesia, termasuk Kepri,” ujarnya, Sabtu (13/6) malam.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menjelaskan, Kemilau Nusantara sengaja dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan kekayaan tradisi Nusantara dengan karakter khas Melayu dalam satu panggung kolaboratif. Setelah atraksi budaya rampung, pengunjung langsung disuguhi siaran Piala Dunia yang dimulai pukul 02.00 WIB.
Wagub Nyanyang, yang menjagokan Belanda di turnamen tahun ini, mendorong agar acara serupa lebih sering digelar. “Malam ini, setelah menyaksikan berbagai atraksi budaya, masyarakat disuguhkan dengan tontonan Piala Dunia. Acara seperti ini bisa memperkuat interaksi masyarakat hingga mendorong perekonomian daerah,” katanya.
Pelaku UMKM disebut menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Mereka bisa berjualan aneka makanan dan minuman selama acara berlangsung. Wagub Nyanyang berharap keramaian ini bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di Tanjungpinang.
Pihak Dinas Pariwisata juga mengimbau hotel-hotel yang belum mendaftarkan tayangan resmi Piala Dunia untuk bergabung ke lokasi nobar yang telah disiapkan. “Bagi hotel-hotel yang tidak mendaftarkan tayangan resmi Piala Dunia, bisa ikut bergabung nobar Piala Dunia yang telah kita siapkan di Tanjungpinang,” ucap Hasan.
TVRI Stasiun Kepri telah merilis daftar tempat nobar resmi untuk wilayah Tanjungpinang. Sebanyak 20 titik tersebar di berbagai sudut kota, mulai dari kedai kopi hingga kantor pemerintahan.
Dengan total target 2.900 pengunjung, ajang ini diharapkan menjadi magnet hiburan yang kuat serta memberikan dorongan ekonomi langsung bagi destinasi wisata di Kepri. Program nasional ini juga disebut sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah kepada TVRI selaku pemegang hak siar tayangan Piala Dunia 2026.