BATAM — Program dana bergulir Pemkot Batam yang menyediakan plafon pinjaman hingga Rp150 juta per pelaku usaha mikro dengan bunga hanya 4 persen per tahun ternyata belum sepenuhnya dilirik. Hingga 12 Juni 2026, baru 12 usaha mikro yang tercatat memanfaatkan dana tersebut dengan total penyaluran Rp1,335 miliar.
Padahal, Diskum Kota Batam telah mengalokasikan anggaran dana bergulir senilai Rp11 miliar pada tahun 2026. Jumlah ini relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Artinya, masih ada potensi besar yang belum terserap oleh para pelaku UMKM di Batam.
Zulfahri menjelaskan, pelaku usaha mikro bisa mengajukan pembiayaan maksimal Rp150 juta, sementara koperasi bisa memperoleh hingga Rp300 juta. Jangka waktu pengembalian mencapai lima tahun dengan bunga 4 persen per tahun.
"Harapannya pelaku usaha mikro dan koperasi dapat memanfaatkan dana bergulir ini karena bunganya rendah dan jangka waktunya cukup panjang," ujar Zulfahri saat dihubungi di Batam, Ahad.
Salah satu syarat yang kini diminati adalah penggunaan jaminan kendaraan roda empat dengan usia maksimal lima tahun. Aturan ini menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang tidak memiliki sertifikat rumah sebagai agunan.
Saat ini, terdapat lima usaha mikro lain yang tengah menjalani proses verifikasi dengan total pengajuan mencapai Rp700 juta. Jika seluruhnya lolos, realisasi penyerapan dana bergulir akan bertambah signifikan.
Jenis usaha yang paling banyak memanfaatkan pembiayaan ini antara lain warung sembako, pangkalan gas LPG, jasa laundry, dan industri rumah tangga berskala mikro. Sektor perdagangan dan jasa mendominasi penyaluran dana bergulir di Batam.
Untuk mengejar target penyerapan, UPTD Dana Bergulir terus melakukan sosialisasi. Pada Kamis (11/6) lalu, Diskum menggelar sosialisasi kepada sekitar 50 pelaku UMKM dalam acara Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
"Kami terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha yang mengetahui dan memanfaatkan program dana bergulir ini," kata Zulfahri.
Selain melalui kegiatan khusus, sosialisasi juga dilakukan dengan memasang banner informasi di setiap kelurahan. Diskum juga memanfaatkan berbagai kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, dan sosialisasi perizinan untuk memperkenalkan program ini.
Dengan bunga 4 persen per tahun yang jauh lebih rendah dibandingkan pinjaman bank konvensional atau fintech, program dana bergulir seharusnya menjadi solusi permodalan bagi UMKM di Batam. Namun, angka penyerapan yang baru mencapai sekitar 12 persen dari total anggaran menunjukkan masih ada kendala akses atau sosialisasi yang belum optimal.
Pemkot Batam melalui Diskum diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi hingga ke pelaku usaha mikro di kecamatan dan kelurahan yang selama ini belum tersentuh. Keberadaan agunan berupa kendaraan roda empat yang kini diterima bisa menjadi daya tarik tambahan bagi pemilik usaha kecil yang tidak memiliki aset tanah atau bangunan.