BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya menggantungkan harapan pada Batam dan Bintan. Kini giliran Kabupaten Karimun yang disiapkan menjadi lumbung pertumbuhan ekonomi baru di bibir Selat Malaka.
Gubernur Ansar Ahmad menyebut posisi geografis Karimun sulit ditandingi daerah lain. Berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, serta berada di jalur pelayaran internasional tersibuk dunia, membuat daerah ini punya nilai tawar tinggi.
“Kita ingin mengembalikan Kepri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Indonesia. Potensi yang kita miliki sangat besar, baik dari sektor industri, perdagangan, jasa, pariwisata maupun kemaritiman,” ujar Ansar dalam sambutannya.
Menurut Ansar, potensi besar Karimun tidak akan optimal tanpa infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong sejumlah proyek strategis yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di Kepri.
Prioritas utama saat ini adalah pengembangan jaringan transportasi dan konektivitas antarpulau. Ansar menilai daya saing daerah hanya bisa naik kalau mobilitas barang dan orang lancar.
“Karimun mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu andalan ekonomi Kepri. Dengan dukungan konektivitas yang semakin baik, baik antarpulau maupun ke negara tetangga, peluang pertumbuhannya sangat terbuka,” katanya.
Satu titik kritis yang disorot Ansar adalah infrastruktur transportasi udara. Ia menilai peningkatan kapasitas bandara di Karimun menjadi faktor kunci untuk menarik investasi dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran bandara yang lebih representatif, kata Ansar, akan meningkatkan mobilitas pelaku usaha dan investor. Daerah dengan aktivitas ekonomi yang sudah cukup kuat seperti Karimun butuh dukungan fasilitas transportasi yang setara.
Selain industri dan investasi, Ansar juga memaparkan perkembangan sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri terus menunjukkan tren positif setelah pandemi Covid-19.
Pemerintah daerah menargetkan capaian kunjungan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang. “Kepri memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Kita terus melakukan berbagai upaya untuk memperkuat daya saing destinasi wisata serta meningkatkan konektivitas dengan negara-negara tetangga,” ujarnya.
Lokakarya yang digelar Fraksi PKS MPR RI itu menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Kepala BP Kawasan Karimun Iwan Setiawan, serta Kepala Bidang Perhubungan Laut Pemprov Kepri Azis Kasim Djou. Acara ini juga dihadiri Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dan Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, bersama akademisi, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan.