Dasco Apresiasi Kerja Sama BI-PBOC Perkuat Rupiah dan Kurangi Ketergantungan Dolar AS

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 21:13:01 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad apresiasi kerja sama BI-PBOC perkuat rupiah dan kurangi ketergantungan dolar AS.

KEPULAUAN RIAU — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi atas upaya Bank Indonesia (BI) memperkuat nilai tukar rupiah dengan melakukan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng. Kesepakatan ini mencakup perluasan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Local Currency Transaction (LCT) hingga mencakup wilayah Hong Kong.

Isi Perjanjian: Transaksi Langsung Rupiah-Renminbi dan QRIS Lintas Batas

Dalam kesepakatan itu, transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong dapat dilakukan langsung menggunakan rupiah atau renminbi tanpa harus melalui dolar AS. Selain itu, dibentuk pula Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia untuk mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas yang memadai bagi perdagangan, investasi, dan aktivitas keuangan.

Sistem QRIS lintas batas Indonesia-China juga disepakati. Saat ini, sistem tersebut telah melibatkan 191 penyedia layanan di China dan 24 penyedia di Indonesia yang seluruhnya sudah terhubung.

Nilai Transaksi Ekspor-Impor Capai US$ 154,5 Miliar

Dasco menyebutkan, nilai transaksi ekspor-impor Indonesia dengan China pada tahun 2025 mencapai US$ 154,5 miliar. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, seluruh transaksi tersebut dapat dilakukan dengan LCT rupiah dan renminbi tanpa bergantung lagi pada dolar AS.

"Kesepakatan itu membuat transaksi antara Indonesia, China Daratan, dan Hong Kong bisa lakukan dengan menggunakan rupiah atau Renmimbi tanpa harus menggantungkan pada dolar Amerika Serikat," kata Dasco, Minggu (14/6/2026).

Penguatan Rupiah dan Pengurangan Kebutuhan Dolar AS

Menurut Dasco, langkah BI ini merupakan upaya serius mengurangi kebutuhan dolar AS untuk transaksi dagang. Penggunaan QRIS lintas negara antara Indonesia dan China turut mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

"Ini upaya yang sangat serius mengurangi kebutuhan dolar Amerika Serikat untuk transaksi dagang. Termasuk digunakannya QRIS lintas negara antara Indonesia-China. Hal ini dilakukan BI untuk memperkuat rupiah," imbuhnya.

Dengan disepakati perjanjian antara Bank Indonesia dengan People's Bank of China, transaksi ekspor-impor kedua negara bisa dilakukan dengan LCT Rupiah dengan Renmimbi tanpa bergantung lagi dengan dolar Amerika Serikat, kata Dasco.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top