KEPULAUAN RIAU — Peristiwa ini terjadi saat staf FA sedang menurunkan perlengkapan latihan dari van menuju Swoppe Soccer Village, markas sementara The Three Lions jelang Piala Dunia 2026. Barang-barang yang raib antara lain jersey, sepatu, sarung tangan kiper, dan bola sepak. Beberapa jersey bertanda tangan pemain serta satu set Lego sepatu Nike Air senilai hampir 100 dolar AS juga ikut lenyap.
Meski total kerugian cukup besar, pihak Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyebut tidak ada peralatan yang dicuri tergolong vital untuk persiapan tim. Namun, insiden ini jelas mengganggu konsentrasi skuad asuhan Thomas Tuchel yang tengah mematangkan strategi.
“Kami berterima kasih kepada Departemen Kepolisian Kansas City dan pengacara kami yang siaga atas kerja cepat mereka dalam mengajukan dakwaan segera,” ujar perwakilan FA dalam pernyataan resmi yang dikutip ESPN.
Penangkapan dua tersangka, Mustafa Salik dan Erfan Kamal dari San Antonio, Texas, berlangsung cepat. Keduanya kini dituntut dengan kejahatan Kelas D oleh jaksa penuntut di Jackson County, Missouri.
“Jackson County tidak akan mentolerir aktivitas kriminal apa pun yang menargetkan pengunjung Piala Dunia, termasuk tim internasional yang telah melakukan perjalanan ke sini untuk berkompetisi,” tegas Jaksa Penuntut Jackson County Melesa Johnson.
Dengan urusan hukum yang mulai ditangani, Timnas Inggris dijadwalkan memainkan pertandingan pertama Piala Dunia 2026 pada Kamis (18/6). Pasukan Thomas Tuchel akan bentrok dengan Kroasia di Stadion Dallas, Arlington.
Insiden pencurian ini tentu menjadi pengingat bagi tim-tim lain yang berlaga di Amerika Serikat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan barang bawaan, terutama saat berada di area publik.