Mobileye Siap Luncurkan Robotaxi di AS Tahun 2027, 100 Unit Mobil Otonom Beroperasi Perdana

Penulis: Muzakir Salim  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 12:55:31 WIB
Mobileye umumkan peluncuran 100 unit robotaxi otonom di AS pada 2027.

KEPULAUAN RIAU — Mobileye, anak usaha Intel yang sudah tercatat di bursa saham, mengumumkan rencana ekspansi besar pada Selasa (pekan lalu). Perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pemasok chip visi komputer dan sistem bantuan pengemudi (ADAS) untuk puluhan juta mobil di dunia, kini akan merambah bisnis operator robotaxi.

Strategi Baru: Dari Pemasok ke Operator Layanan

Dalam pernyataan resminya, Mobileye mengatakan akan memulai layanan robotaxi di satu kota di Amerika Serikat pada 2027. Armada perdana terdiri dari 100 kendaraan otonom yang akan diperkenalkan secara bertahap sepanjang tahun tersebut.

Jika berhasil, Mobileye menargetkan ekspansi hingga sekitar 17.000 unit robotaxi dalam lima tahun berikutnya. Perusahaan akan membentuk divisi operasi baru yang khusus mengelola layanan ini.

“Revolusi robotaxi baru saja dimulai, dan potensinya untuk mengubah cara kita bepergian terus meningkat,” ujar Amnon Shashua, pendiri sekaligus CEO Mobileye, dalam keterangan tertulis.

Platform Moovit Jadi Ujung Tombak Konsumen

Untuk sisi yang berhadapan langsung dengan pengguna, Mobileye akan memanfaatkan Moovit, aplikasi transportasi publik dan ride-hailing yang sudah diakuisisi perusahaan sebelumnya. Sistem otonom yang digunakan adalah Mobileye Drive, teknologi yang selama ini mereka kembangkan dan jual ke pabrikan mobil.

Mobileye belum menyebutkan kota tujuan peluncuran maupun jenis kendaraan yang akan digunakan. Namun, dalam materi siaran pers, foto ilustrasi memperlihatkan mobil yang mirip Ora iQ, crossover listrik buatan Great Wall Motors, pabrikan asal Tiongkok.

Mengapa Mobileye Nekat Jadi Operator?

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam wawancara dengan TechCrunch pada 2020, Shashua sudah mengisyaratkan ambisi ini. Ia menyebut “cawan suci” industri otonom adalah mobil penumpang yang bisa melaju tanpa sopir. Namun untuk sampai ke sana, kata dia, perusahaan harus melewati bisnis robotaxi terlebih dahulu.

“Kesadaran kami adalah Anda tidak bisa mencapai cawan suci itu jika tidak melalui bisnis robotaxi,” kata Shashua saat itu.

Dengan menjadi operator, Mobileye secara langsung akan bersaing dengan pelanggannya sendiri, seperti Volkswagen dan anak usahanya MOIA, yang sudah menggunakan sistem otonom Mobileye. Namun Shashua menegaskan bahwa langkah ini bukan pengganti kemitraan yang sudah ada.

Dampak ke Industri: Persaingan Semakin Ketat

“Inisiatif ini bukan pengganti kemitraan yang sudah ada; ini adalah perpanjangan dari kemitraan tersebut. Kami tetap berkomitmen penuh untuk memberdayakan pabrikan mobil dan penyedia mobilitas dengan Mobileye Drive,” jelas Shashua.

Ia menambahkan bahwa mengoperasikan layanan sendiri memungkinkan Mobileye mempercepat adopsi, mendapatkan pengalaman operasional langsung, dan menunjukkan potensi penuh mobilitas otonom.

Langkah Mobileye ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang mencoba peruntungan di bisnis robotaxi. Waymo (Alphabet) dan Cruise (General Motors) sudah lebih dulu beroperasi di beberapa kota AS. Dengan masuknya Mobileye sebagai pemasok sekaligus operator, peta persaingan layanan otonom dipastikan semakin kompleks.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top