TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mendorong kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kepri untuk menjadi motor penggerak dunia usaha yang inklusif. Menurut Ansar, KADIN harus mampu merangkul seluruh pelaku ekonomi, mulai dari pengusaha besar hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kepengurusan yang baru ini diharapkan mampu menjadi wadah yang inklusif, adaptif, serta mampu menerjemahkan peluang investasi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Ansar.
Gubernur menjelaskan bahwa posisi strategis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ASEAN menjadi modal besar untuk mengembangkan investasi. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan Free Trade Zone (FTZ), kawasan industri, hingga ekonomi digital disebut sebagai sektor yang bisa dioptimalkan.
Ansar berharap KADIN Kepri dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengoptimalkan seluruh potensi tersebut untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing daerah.
Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan masuk lima besar nasional. Realisasi investasi pada tahun 2025 juga mencatatkan angka signifikan, mencapai Rp64,67 triliun.
Sektor pariwisata turut menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga April 2026 tumbuh 12,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus KADIN Kepri masa bakti 2026–2031. Kepengurusan baru ini dipimpin oleh Ir Mustava.
Ansar menekankan, capaian ekonomi yang positif harus menjadi modal bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Ia berharap pertumbuhan yang terjadi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, terutama melalui lahirnya pelaku usaha baru.