TANJUNGPINANG — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Angkatan 25 STAIN Sultan Abdurrahman, bersama organisasi Cipayung Plus, menggelar diskusi publik di Tanjungpinang. Kegiatan mimbar bebas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Ketua Komisi I Senat Mahasiswa STAIN SAR, Assril, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari semangat mahasiswa yang ingin menyuarakan kepedulian terhadap kondisi sosial. “Aksi ini lahir dari semangat mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai,” ujarnya.
Aliansi yang merangkul HMI, SEMMI, GMNI, dan PMII ini menyoroti berbagai isu strategis nasional. Tak hanya itu, mereka juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat di Kepulauan Riau yang dinilai perlu perbaikan.
Assril menambahkan, pihaknya memberikan dukungan total terhadap kegiatan ini. Menurutnya, mimbar bebas menjadi representasi kepedulian mahasiswa terhadap persoalan bangsa.
“Kami memberi dukungan total, karena kegiatan ini menjadi representasi kepedulian mahasiswa,” imbuhnya. Mahasiswa menilai, aspirasi masyarakat luas harus terus menggema secara konsisten agar kebijakan pemerintah ke depan lebih tepat sasaran.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk lebih terbuka mendengarkan suara dari kalangan mahasiswa dan masyarakat. Hal ini dinilai penting demi formulasi kebijakan yang adil.
“Pemerintah harus lebih terbuka dalam mendengarkan suara dari kalangan mahasiswa dan masyarakat demi formulasi kebijakan yang adil,” pungkas Assril.
Mahasiswa STAIN SAR juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan. Mereka mengedepankan ruang dialog dalam menyikapi seluruh permasalahan bangsa.
Rangkaian kegiatan mimbar bebas ini diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap bersama. Pernyataan itu menjadi bentuk pengawalan mahasiswa terhadap kebijakan publik ke depannya.