Bimtek Posyandu di Bintan Sorot 305 Kasus Stunting dan 4 Kematian Ibu, Hafizha Sebut Pembinaan Masih Timpang

Penulis: Fadhli Usman  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23:01 WIB
Hafizha Rahmadhani Putri menyampaikan data kasus stunting dan kematian ibu-bayi di Bintan saat pembukaan Bimtek Posyandu.

BINTAN — Angka stunting dan kematian ibu-bayi di Kabupaten Bintan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Di tengah pembukaan Bimtek Tim Pembina Posyandu, Hafizha Rahmadhani Putri membeberkan data tahun 2025 yang menunjukkan masih ada 4 kasus kematian ibu, 21 kasus kematian bayi, dan 305 kasus stunting.

“Data ini menjadi pengingat bahwa diperlukan kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Hafizha dalam sambutannya di Bintan Agro Beach Resort, Kamis (18/6).

Posyandu Kini Tak Lagi Sekadar Ibu dan Balita

Hafizha menjelaskan, peran Posyandu saat ini telah bertransformasi secara signifikan. Tidak lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita, Posyandu kini menjadi wadah pelayanan terpadu berbasis masyarakat yang mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Cakupan SPM itu meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, sosial, perumahan rakyat, serta pekerjaan umum. “Kini Posyandu melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia,” ujar Hafizha.

Masih Ada Posyandu yang Hanya Jalan di Tempat

Meski mengalami kemajuan konsep, Hafizha menyoroti persoalan pembinaan yang belum optimal. Ia mengaku masih menemukan Posyandu yang berjalan secara administratif, namun belum mendapatkan pembinaan yang maksimal.

“Dampaknya bagi masyarakat belum terasa,” tegasnya. Karena itu, Bimtek ini diharapkan melahirkan Tim Pembina Posyandu yang tidak hanya paham tugas dan fungsi, tetapi juga solid dan aktif melakukan pendampingan di lapangan.

Tiga Arahan untuk Tim Pembina Posyandu

Dalam arahannya, Hafizha menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh anggota Tim Pembina Posyandu. Pertama, memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh agar pembinaan tepat sasaran dan berdampak nyata.

Kedua, aktif turun langsung ke lapangan bersama kader Posyandu untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Ketiga, memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor demi menciptakan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Persoalan Kesehatan Tak Bisa Diselesaikan Sendiri

Hafizha mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Menurutnya, persoalan kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata.

“Membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, TP PKK, sektor pendidikan, sosial, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya mengakhiri sambutan. Kegiatan Bimtek ini diharapkan membangun komitmen yang lebih kuat, koordinasi yang solid, serta semangat baru dalam mewujudkan Posyandu yang aktif, inovatif, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Bintan.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: kepripedia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top